NEWS
Menkes Perluas Program CKG Usai Kasus Bunuh Diri Anak di Awal 2026
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan perluasan jangkauan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan target 14 juta anak pada 2026. Kebijakan ini diambil untuk menekan angka depresi sekaligus mencegah risiko bunuh diri pada anak sejak dini.
Langkah tersebut diambil menyusul kasus tragis empat anak berusia 11–14 tahun yang meninggal akibat bunuh diri di sejumlah wilayah Indonesia pada awal 2026.
Perluasan program ini menjadi peningkatan signifikan dibandingkan capaian 2025 yang baru menjangkau sekitar tujuh juta anak. Berdasarkan data skrining kesehatan mental, sekitar 338 ribu anak terdeteksi mengalami gejala kecemasan (anxiety), sementara 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi.
“Pada 2026 ini sudah ada empat anak yang meninggal akibat bunuh diri. Kejadiannya di NTT, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur. Usianya 11–14 tahun, dan tidak hanya berasal dari keluarga miskin,” ujar Budi di Jakarta, Senin (9/3).
Hasil evaluasi Kementerian Kesehatan menunjukkan konflik keluarga serta pola asuh yang kurang tepat menjadi faktor dominan yang memicu gangguan kesehatan mental pada anak. Selain itu, lingkungan sekolah yang tidak sehat akibat praktik perundungan (bullying) juga turut memperburuk kondisi psikologis siswa.
“Penyebab terbesar ada di keluarga. Karena itu yang perlu diedukasi bukan hanya anaknya, tetapi juga orang tuanya. Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa pola asuh yang mereka terapkan dapat memicu kecemasan, depresi, bahkan keinginan bunuh diri pada anak,” kata Budi.
Untuk memperkuat perlindungan kesehatan mental anak, Kementerian Kesehatan menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta tujuh lembaga lainnya melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) sembilan menteri.
Selain itu, puskesmas di seluruh Indonesia akan diperkuat dengan tenaga profesional guna menangani rujukan kasus kesehatan jiwa. Pemerintah juga menyediakan layanan bantuan darurat yang dapat diakses oleh anak maupun orang tua yang membutuhkan pertolongan segera.
Pihak sekolah diimbau lebih aktif mengidentifikasi tekanan sosial yang dialami siswa serta melakukan intervensi sejak dini sebelum kondisi tersebut berujung pada tindakan fatal.
Editor:
ANDREY MICKO
ANDREY MICKO