NEWS
Tiga Anggota OPM Dilaporkan Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat
apakabar.co.id, JAKARTA - Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaporkan tiga orang yang diduga anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak tembak dengan personel gabungan TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan kontak tembak terjadi pada pukul 08.25 WIT di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur. Kontak tembak terjadi antara Tim Patroli Gabungan Denkul 4/Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 9 Marinir dengan kelompok yang disebut TNI sebagai OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfret Fatem saat personel gabungan melaksanakan operasi patroli penindakan.
"Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, satu dari tiga korban teridentifikasi sebagai Manfret Fatem yang disebut menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya," katanya dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat (9/10).
Riyanto mengatakan identitas dua orang lainnya yang tewas masih dalam proses verifikasi.
Berdasarkan informasi awal, keduanya diduga merupakan Yesias Fatem yang disebut menjabat sebagai Komandan Batalyon Mosata dan Antonius Assem alias Anton Fatem yang disebut sebagai Komandan Batalyon Ayosami dalam struktur OPM Kodap IV/Sorong Raya.
"Proses verifikasi masih berlangsung untuk memastikan identitas dan keterkaitan kedua korban tersebut," ujarnya.
Menurut Riyanto, setelah kontak tembak, personel gabungan mengamankan lokasi kejadian dan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan.
Ia menyatakan tidak ada personel TNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Dalam operasi itu, aparat juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi kejadian, antara lain satu pucuk senjata api jenis AK-101, sebanyak 30 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, amunisi kaliber 9 milimeter, serta dua telepon seluler.
Selain itu, petugas menemukan atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, satu dokumen OPM, dan sejumlah perlengkapan lainnya.
Riyanto menegaskan pelaksanaan tugas pengamanan wilayah dilakukan secara terukur dan profesional sesuai ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku.
"Setiap ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas, profesional, dan terukur," katanya.
Ia mengatakan pengamanan wilayah akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari dampak aksi kekerasan.
Selain melalui operasi pengamanan, Koops TNI Habema juga mengedepankan pendekatan dialog, pembinaan teritorial, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Menurut dia, upaya tersebut diperlukan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi, dengan aman.
"Perkembangan lebih lanjut mengenai hasil operasi, identitas dua korban lainnya, serta situasi keamanan di wilayah tersebut akan disampaikan setelah proses verifikasi dan pendalaman selesai dilakukan," ujarnya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

