SPORT

Bening Padel Lions 2026 Digelar, 220 Tim Ramaikan Turnamen Padel Terbesar di Solo

Lions Club Solo Bengawan bersama Bening Klinik akan menggelar Bening Padel Lions 2026, turnamen padel yang diklaim menjadi yang terbesar di Kota Solo. Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
Lions Club Solo Bengawan bersama Bening Klinik akan menggelar Bening Padel Lions 2026, turnamen padel yang diklaim menjadi yang terbesar di Kota Solo. Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
apakabar.co.id, SOLO - Olahraga padel terus menunjukkan perkembangan di Kota Solo. Sebanyak 220 tim atau sekitar 440 pemain akan ambil bagian dalam Bening Padel Lions 2026 yang digelar Lions Club Solo Bengawan bersama Bening Klinik.

Turnamen bertema “Play with Purpose, Serve for Humanity” tersebut berlangsung di Zing Padel Solo, 2–4 Oktober 2026. 

Presiden Lions Club Solo Bengawan, Amelia Ong, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertemukan komunitas sekaligus menjalankan misi kemanusiaan.

“Setiap pertandingan memiliki tujuan, setiap serve memiliki makna,” kata Amelia.

Menurutnya, Lions Club Solo Bengawan telah hadir di Kota Solo selama 35 tahun sebagai bagian dari Lions Clubs International. Selama itu, berbagai kegiatan sosial telah dilakukan, seperti pemeriksaan dan pembagian kacamata gratis, pemeriksaan gula darah, penanganan anak penderita kanker, bantuan kemanusiaan, program lingkungan, kepemudaan hingga bantuan bagi korban bencana.


Melalui Bening Padel Lions, semangat pengabdian tersebut dipadukan dengan perkembangan olahraga padel yang tengah tumbuh di Kota Solo.

Sementara itu, Project Officer Bening Padel Lions 2026, Alan Adi Kristianto, mengatakan turnamen tersebut dirancang tidak hanya sebagai pertandingan, tetapi juga menghadirkan unsur komunitas, gaya hidup, hiburan, dan juga bisnis.

“Kami ingin event ini tidak cuma event padel, lomba selesai lalu pulang. Kami ingin ada lifestyle, komunitas dan entertainment,” ucap Alan.

Berbagai kegiatan pendukung disiapkan, mulai dari photobooth, photoshoot, permainan dari sejumlah vendor, penampilan DJ hingga kolaborasi dengan Solo Batik Carnival untuk opening show.

Dari sisi bisnis, panitia juga menyediakan booth bagi sejumlah brand untuk berinteraksi langsung dengan pemain dan pengunjung.

Alan menyebut jumlah peserta yang mengikuti turnamen mencapai 220 tim atau sekitar 440 pemain. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan turnamen padel sebelumnya di Solo yang disebut berada di angka sekitar 150 tim.

Peserta tidak hanya berasal dari Solo, tetapi juga Yogyakarta, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Semarang hingga Surabaya. Bahkan, terdapat satu pemain asal Prancis yang berdomisili di Jakarta dan biasa bermain padel di Filipina.

Turnamen ini mempertandingkan tujuh kategori, yakni Rookie Woman, Rookie Men, Beginner Men, Beginner Woman, Bronze Men, Bronze Woman, serta Silver Open. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp100 juta untuk seluruh kategori.

Alan mengatakan peserta tidak dibatasi berdasarkan kelompok usia, melainkan berdasarkan kategori atau level kemampuan bermain. Sejumlah peserta bahkan tercatat masih berusia 14 dan 16 tahun.

Sementara itu, Dr Christian dari Bening Klinik mengatakan kolaborasi dengan Lions Club Solo Bengawan dilakukan karena kedua pihak memiliki visi yang dinilai sejalan, yakni memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendorong kemajuan Kota Solo.

Bening Klinik, kata dia, sejak berdiri pada 2010 memiliki visi mengembangkan medical tourism di Kota Solo. 


Menurutnya, kegiatan olahraga seperti turnamen padel juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah dengan mendatangkan peserta dari luar kota.

“Pada waktu orang-orang datang ke Solo, tentu ekonomi di Solo akan semakin membaik. Hotel jadi laku, makanan juga pasti laku, dan mungkin belanja oleh-oleh dari Solo,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan sehingga Solo tidak hanya berkembang sebagai tujuan medical tourism, tetapi juga menjadi salah satu pusat olahraga padel.