SPORT

Erick Thohir Ancam Klub dengan Sanksi Pengurangan Poin Tekait Kekerasan Suporter

Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Foto: istimewa
Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Foto: istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA — Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengancam klub sepak bola yang gagal menjaga keamanan dan mengendalikan suporternya dengan sanksi pengurangan poin.

Ancaman tersebut menyusul dua insiden kekerasan yang menimpa rombongan Persib Bandung U-18 dan suporter Persija Jakarta, The Jakmania Cikampek, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Erick memberikan waktu satu minggu kepada operator liga dan klub untuk menyepakati langkah konkret guna mencegah terulangnya aksi kekerasan di sepak bola nasional. Jika kesepakatan tidak tercapai, PSSI akan turun tangan mengambil tindakan tegas.


"Ya, saya akan kasih kesempatan liga, klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi," tegas Erick kepada pewarta.

Ia menegaskan, klub dan operator liga harus bertanggung jawab terhadap keselamatan suporter, terutama ketika pertandingan melibatkan pendukung tim tamu. Menurut Erick, pengurangan poin dapat menjadi salah satu sanksi bagi klub yang tidak mampu menjaga suporternya.

"Dan saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuman kita akan lakukan tindak tegas pastinya," tambahnya.

Erick menilai aksi penyerangan bus, perusakan, pembakaran, hingga penjarahan bukan lagi persoalan kenakalan suporter, melainkan sudah mengarah pada tindakan kriminal yang harus ditindak tegas.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam insiden kekerasan tersebut.

Insiden pertama terjadi di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10) sekitar pukul 21.30 WIB. Bus yang membawa rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 diserang sekelompok orang saat dalam perjalanan menuju Bandung setelah menjalani pertandingan melawan Garuda United di Solo.


Belum genap 24 jam, kekerasan kembali terjadi. Bus rombongan The Jakmania Cikampek menjadi sasaran pelemparan benda keras saat melintas di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (12/10) dini hari WIB.

Serangan tersebut menyebabkan sejumlah kaca bus pecah dan beberapa penumpang dilaporkan mengalami luka-luka.