apakabar.co.id, JAKARTA – Tiga peraih medali Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, Rizki Juniansyah, dan Gregoria Mariska Tunjung mendapatkan bonus dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Senin (2/8) malam.
Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah yang meraih emas mendapatkan Rp2,5 miliar, dengan komposisi Rp1 miliar berupa uang tunai dan rumah hunian seharga Rp1,5 miliar.
Sementara Gregoria Mariska Tunjung yang meraih medali perunggu mendapat Rp1 miliar, dengan komposisi Rp500 juta uang tunai dan rumah hunian senilai Rp500 juta.
Selain atlet, pelatih dan ofisial juga kecipratan bonus. Hendra Basir (pelatih panjat tebing) dan Triyatno (pelatih angkat besi) mendapat Rp100 juta dengan rincian Rp30 juta uang tunai dan Rp70 juta berupa tabungan emas.
Sedangkan pelatih bulutangkis Herli Djaenudin mendapat Rp30 juta uang tunai dan Rp 70 juta berupa tabungan pendidikan.
Bahkan, BUMN juga memberikan apresiasi kepada tim medis angkat besi dan asisten pelatih panjat tebing masing-masing menerima total bonus Rp 50 juta dengan rincian Rp 15 juta tunai dan Rp 35 juta tabungan emas.
Penghargaan ini diberikan karena BUMN mengapresiasi perjuangan keras yang sudah dilakukan para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di multi event terbesar dunia tersebut.
Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan pihaknya ingin menjaga keseimbangan dengan peduli ke sektor-sektor lain di masyarakat, salah satunya olahraga.
“Kepedulian besar kami terhadap olahraga tak lain karena arahan Presiden Jokowi yang meminta BUMN bantu olahraga. Mengapa? Olahraga bagian dari bangun bangsa karena ada rasa kompetisi, mengabdi untuk bangsa dan negara, dan selalu mengibarkan merah putih di negara lain,” ujar Erick.
Atas dasar tersebut, Erick menegaskan bahwa Kementerian yang dipimpinnya itu akan selalu hadir untuk mendukung olahraga di Tanah Air.
Ada lima BUMN yang terlibat dalam penyerahan bonus bagi para atlet dan pelatih ini, yakni Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) yang selama ini jadi bapak angkat cabor angkat besi.
Semen Indonesia Group (SIG), Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai pembina cabor panjat tebing, serta Bank Negara Indonesia (BNI) yang membina cabor bulutangkis.
“Saat ini, BUMN sudah mewujudkan komitmennya. Kami berharap cabor-cabor lain juga berani mengembangkan kerja sama dengan pihak swasta dan terus minta komitmen pemerintah,” terang pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI tersebut.