SPORT

Jonatan Christie: Indonesia Open Jadi Salah Satu Target Utama Musim Ini

Jonatan Christie: Indonesia Open Jadi Salah Satu Target Utama Musim Ini. Foto: dok. PBSI
Jonatan Christie: Indonesia Open Jadi Salah Satu Target Utama Musim Ini. Foto: dok. PBSI
apakabar.co.id, JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie menegaskan Polytron Indonesia Open 2026 menjadi salah satu target terbesar yang ingin ia capai musim ini.

Pemain peringkat lima dunia itu bertekad meraih gelar juara BWF Super 1000 Indonesia Open, mengingat dirinya belum pernah menjadi kampiun di turnamen bergengsi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Jonatan seusai mengalahkan wakil Singapura Jia Heng Jason Teh dengan skor 21-18, 21-15 pada babak pertama.

“Indonesia Open adalah salah satu target terbesar saya tahun ini karena saya belum pernah juara di sini, sehingga saya dan tim menjadikannya sebagai target utama,” kata Jonatan di Istora Senayan, Selasa (2/6).

Meski sukses menang dalam dua gim langsung, Jonatan mengaku masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan pada awal pertandingan.

Sempat tertinggal 10-14 pada gim pertama, Jonatan mampu bangkit dan kembali mengendalikan jalannya pertandingan hingga mengamankan kemenangan.

“Tadi saya masih beradaptasi di awal pertandingan karena kondisi lapangan dan arah angin cukup memengaruhi permainan, tetapi Puji Tuhan saya bisa melewatinya dengan baik,” ujarnya.

Padatnya jadwal turnamen yang berdekatan dengan Singapore Open membuat para pemain harus cermat menjaga kondisi fisik dan mental.

Jonatan sebelumnya tersingkir di babak pertama Singapore Open setelah kalah dari wakil India Prannoy HS.

Meski kecewa dengan hasil tersebut, Jonatan menilai kekalahan itu memberinya waktu tambahan untuk melakukan pemulihan dan persiapan menuju Indonesia Open.

“Saya tentu ingin melangkah jauh di Singapore Open, tetapi karena terhenti lebih awal saya memiliki waktu lebih banyak untuk recovery dan mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Open,” ungkapnya.

Jonatan juga menegaskan bahwa setiap turnamen memiliki tantangan yang berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan secara langsung.

Menurutnya, karakter shuttlecock, kondisi arena, hingga lawan yang dihadapi selalu menghadirkan tantangan berbeda di setiap kompetisi.

“Setiap turnamen punya kesulitannya masing-masing sehingga tidak bisa disamakan karena kondisi permainan, shuttlecock, dan lawan yang dihadapi selalu berbeda,” jelas Jonatan.

Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu memilih untuk lebih fokus pada peningkatan performa diri dibanding memikirkan faktor-faktor di luar kendalinya.

“Yang paling penting adalah fokus kepada diri sendiri dan menjalani setiap pertandingan sebaik mungkin,” tutup Jonatan.

Pada babak kedua Polytron Indonesia Open 2026, Jonatan berpeluang menghadapi juniornya Alwi Farhan apabila wakil muda Indonesia itu mampu mengalahkan Lakshya Sen dari India pada laga yang berlangsung malam ini.