SPORT

Menuju Panggung Dunia, Timnas Putri Indonesia U-17 Menimba Ilmu di Pusat Elite Prancis

Timnas Putri Indonesia U-17 akan menimba ilmu di Prancis. Foto: PSSI
Timnas Putri Indonesia U-17 akan menimba ilmu di Prancis. Foto: PSSI
apakabar.co.id, JAKARTA - Langkah besar diambil PSSI dalam membangun masa depan sepak bola putri Indonesia. Skuad Timnas U-17 Putri resmi diberangkatkan ke Prancis untuk menjalani pemusatan latihan di Clairefontaine, salah satu pusat pengembangan sepak bola paling prestisius di dunia.

Di bawah arahan pelatih Timo Scheunemann, Garuda Pertiwi muda akan ditempa selama sepekan dengan program intensif yang menggabungkan latihan teknis, uji tanding, hingga pengenalan sistem pembinaan modern khas Eropa.

Bukan sekadar latihan biasa, kesempatan ini menjadi jendela bagi para pemain muda Indonesia untuk menyaksikan langsung bagaimana talenta kelas dunia dibentuk—mulai dari disiplin, taktik, hingga mentalitas profesional yang menjadi fondasi sepak bola elite.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PSSI dan Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), yang membuka akses bagi Indonesia untuk belajar dari salah satu sistem pembinaan terbaik di dunia.


Pelatih Timo menegaskan, pengalaman ini harus dimanfaatkan maksimal oleh para pemain. “Ini kesempatan langka. Kami ingin mereka menyerap ilmu sebanyak mungkin, bukan hanya dari latihan, tapi juga dari budaya sepak bola di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai langkah ini sebagai bagian dari transformasi jangka panjang sepak bola putri nasional. Ia menekankan bahwa pengiriman pemain ke luar negeri bukan sekadar program sesaat, melainkan investasi masa depan.

“Ini adalah upaya nyata untuk meningkatkan kualitas fisik, taktik, dan mental pemain agar mampu bersaing di level global,” kata Erick.

Ke depan, PSSI berkomitmen memperluas program serupa ke berbagai kelompok umur, membuka lebih banyak jalan bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang di panggung internasional.

Dengan pengalaman berlatih di Clairefontaine, harapan baru pun tumbuh—bahwa Garuda Pertiwi suatu hari nanti tak hanya belajar dari dunia, tetapi juga mampu bersaing dan berbicara banyak di level tertinggi.