SPORT

Tigers FA dan Arema FC Women Berbagi Gelar di Hydroplus Soccer League Surabaya

Aksi Keysha Arabela Manisya (kanan), pemain Arema FC Women yang juga Top Scorer Hydroplus Soccer League kategori U-15. Foto: istimewa
Aksi Keysha Arabela Manisya (kanan), pemain Arema FC Women yang juga Top Scorer Hydroplus Soccer League kategori U-15. Foto: istimewa
apakabar.co.id, SURABAYA – Kompetisi Hydroplus Soccer League Surabaya 2026 resmi berakhir di Lapangan Bola Bogowonto, Sabtu (23/5), dengan Tigers Football Academy dan Arema FC Women tampil sebagai penguasa di masing-masing kategori usia. Tigers Football Academy sukses merebut gelar juara U-18, sementara Arema FC Women tampil dominan untuk menjadi kampiun kategori U-15.

Ajang pembinaan sepak bola putri usia muda yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Hydroplus itu kembali menghadirkan persaingan ketat sekaligus menunjukkan perkembangan signifikan pembinaan sepak bola putri di level klub.

Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, menilai kompetisi berjenjang seperti ini menjadi bagian penting dalam roadmap pengembangan sepak bola putri nasional. Menurutnya, intensitas pertandingan yang rutin membuat kualitas permainan dan mental bertanding para pemain meningkat secara alami.

“Hydroplus Soccer League menjadi jenjang lanjutan dari MilkLife Soccer Challenge. Dengan pertandingan rutin setiap satu hingga dua pekan, pemain memiliki kesempatan berkembang melalui latihan dan pengalaman bertanding yang konsisten,” ujar Teddy.

Ia juga memastikan Tigers Football Academy dan Arema FC Women akan mewakili Regional Surabaya pada putaran nasional Hydroplus Soccer League yang digelar di Kudus pada 5–12 Juli mendatang.

Tigers Football Academy memastikan gelar juara U-18 setelah menutup musim dengan koleksi 31 poin, unggul tiga angka dari Arema FC Women di posisi kedua. Konsistensi permainan menjadi kunci keberhasilan Tigers sepanjang kompetisi.

Pada laga terakhir, Tigers Football Academy tampil meyakinkan dengan mengalahkan Putri Meta 4-1. Haviva Oktaditya menjadi bintang kemenangan lewat dua gol yang dicetak pada menit ke-19 dan 36. Dua gol lainnya lahir melalui Rara Anindita dan Dinda Yosephine Manurung.

Pelatih Tigers Football Academy U-18, Agustina Indah Mahardika, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu menjaga performa hingga akhir kompetisi. Namun ia mengingatkan para pemain untuk tidak cepat puas.

“Target dalam kompetisi memang menang, tetapi kemenangan itu sementara. Setelah jadi juara, perjuangan tetap harus dilanjutkan dan kemampuan pemain harus terus ditingkatkan,” katanya.

Salah satu pemain Tigers Football Academy, Havivi Oktaditya, menyebut keberhasilan tim merupakan hasil kerja keras seluruh pemain, termasuk latihan tambahan di luar jadwal resmi.

“Kami masih harus berkembang lagi. Setelah ini akan ada training camp untuk persiapan Hydroplus Soccer League All-Stars, jadi kemampuan tim harus terus ditingkatkan,” ujar Havivi.


Sementara di kategori U-15, Arema FC Women tampil lebih dominan sepanjang musim. Mereka mengakhiri kompetisi dengan raihan 42 poin, unggul jauh atas Tigers Football Academy yang mengoleksi 32 poin.

Pada pertandingan penutup, Arema FC Women menaklukkan Tigers Football Academy dengan skor 4-2. Yekti Ulya Sihamuddakwah membuka keunggulan cepat pada menit pertama sebelum Keysa Arabela Manisya Nian mencetak dua gol tambahan. Satu gol lain disumbangkan Agustine Kafiar.

Pelatih Arema FC Women U-15, Nanang Habibi, mengungkapkan timnya sebenarnya tidak tampil dalam kondisi ideal karena minim persiapan dan sejumlah pemain mengalami kelelahan akibat aktivitas sekolah.

“Anak-anak memang kurang maksimal di babak pertama karena kondisi fisik dan persiapan yang minim. Tetapi mereka tetap menunjukkan semangat luar biasa sampai akhirnya bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Selain keberhasilan Arema FC Women meraih gelar juara, perhatian besar juga tertuju kepada penyerang muda mereka, Keysa Arabela Manisya Nian. Pemain muda berbakat itu tampil tajam dengan torehan 42 gol sepanjang kompetisi dan keluar sebagai top scorer kategori U-15.

Performa impresif Keysa menjadi bukti keberhasilan pembinaan sejak usia dini. Namanya bahkan sempat masuk pemusatan latihan Timnas Putri Indonesia U-17 di Prancis pada awal Mei lalu.

“Saya mendapat banyak pengalaman baru di sana, terutama soal pengambilan keputusan dan cara bertahan saat tim ditekan lawan. Banyak pelajaran itu yang saya coba terapkan di pertandingan,” kata Keysa.

Ia juga mengaku tertantang untuk bermain di level usia yang lebih tinggi demi mendapatkan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif.