SPORT

Titik Main Bekasi Siap Jadi Pusat Pembinaan Padel Indonesia Menuju Asian Games 2026

Foto (kiri ke kanan): Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bekasi Faried Wajdi, Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya, Ketua Umum Indonesia Bola Basket dan Founder Titik Main Mizan Arifien, serta Wakil Ketua KONI Bekasi Rizky Candra Setiawan. Fo
Foto (kiri ke kanan): Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bekasi Faried Wajdi, Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya, Ketua Umum Indonesia Bola Basket dan Founder Titik Main Mizan Arifien, serta Wakil Ketua KONI Bekasi Rizky Candra Setiawan. Fo
apakabar.co.id, BEKASI - Di tengah meningkatnya popularitas olahraga padel di Indonesia dan peluang tampil di Asian Games, fasilitas olahraga Titik Main hadir di Kota Bekasi dengan konsep pengembangan olahraga yang terintegrasi. 

Tak hanya menyediakan lapangan padel, Titik Main juga memperkuat pembinaan basket usia dini dan membangun ekosistem olahraga prestasi dari level akar rumput.

Founder Titik Main, Mizan Arifien, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut awalnya berangkat dari kebutuhan mendasar akan lapangan basket yang layak di Bekasi.

Menurutnya, hingga kini fasilitas basket dengan standar memadai di Kota Bekasi masih sangat terbatas. Padahal, minat dan potensi anak-anak muda terhadap olahraga basket cukup besar.

“Awalnya memang dari basket, karena lapangan basket yang proper di Bekasi masih sangat terbatas. Jadi kami ingin menghadirkan tempat yang bisa menjadi wadah pembinaan anak-anak muda, khususnya usia pembinaan,” ujar Mizan, Sabtu (24/4).

Seiring berkembangnya tren padel yang kini semakin diminati masyarakat, Titik Main kemudian memperluas fasilitas dengan menghadirkan lapangan padel dan akademi khusus pembinaan atlet muda.

Mizan menyebut, momentum berkembangnya padel menjadi peluang besar untuk membangun prestasi olahraga baru di Kota Bekasi.


Selain fasilitas utama, Titik Main juga melengkapi sarana olahraga dengan mini sport clinic sebagai fasilitas penunjang untuk mendukung aspek non-teknis seperti kebugaran, pemulihan fisik, hingga pencegahan cedera.

Sain itu, Titik Main baru memulai Akademi Padel dengan fokus pembinaan usia 8 hingga 14 tahun. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menangkap potensi besar dari tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.

Mizan menilai Bekasi memiliki banyak bibit atlet potensial yang selama ini membutuhkan wadah pembinaan lebih serius agar mampu berkembang hingga level nasional.

Untuk cabang basket, Titik Main telah lebih dulu membangun fondasi pembinaan melalui klub Indonesia Muda Bola Basket Bekasi yang kini memiliki sekitar 400 hingga 500 anggota aktif berusia 6 hingga 18 tahun.

Klub tersebut sudah aktif sejak 2021 dan sukses meraih sejumlah prestasi di level daerah, termasuk menjadi juara umum dalam ajang Wali Kota Cup dan Perbasi Cup Kota Bekasi.

“Basket kami sudah berjalan sejak 2021. Alhamdulillah sudah beberapa kali juara umum di Bekasi dan beberapa atlet juga sudah menembus level nasional,” kata Mizan.
 
Dalam aspek kepelatihan, basket di Titik Main didukung oleh jaringan pembinaan Indonesia Muda yang telah berjalan sejak 1958 dan melahirkan banyak pelatih berkualitas.

Sementara untuk padel, pihaknya mulai memberdayakan pelatih yang telah mengikuti pelatihan serta sertifikasi berstandar internasional.

Tak hanya fokus pada atlet, Titik Main juga membangun ekosistem olahraga secara menyeluruh dengan menyiapkan pengembangan wasit, pelatih, hingga penyelenggaraan turnamen antarsekolah.

Dalam pengembangan padel, Titik Main juga menjalin kolaborasi dengan Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI). Kerja sama tersebut mencakup pembinaan prestasi, pengembangan akademi, hingga penyelenggaraan kompetisi.

Bahkan, PBPI disebut akan menempatkan sekretariatnya di kawasan Titik Main sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan padel di Bekasi.

Mizan menegaskan, pihaknya siap apabila fasilitas tersebut nantinya digunakan sebagai pusat pelatihan atlet, termasuk untuk kebutuhan pelatnas menuju ajang-ajang besar seperti Asian Games.

“Kami sangat siap. Fasilitas ini memang kami siapkan untuk pembinaan junior dan akademi. Dengan dukungan PBPI, kami ingin membangun ekosistem padel secara utuh,” tegasnya.

Dukungan terhadap kehadiran Titik Main juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).


Wakil Ketua Bidang Psikologi KONI Kota Bekasi, Rizky Candra Setiawan, menyebut fasilitas tersebut menjadi angin segar bagi pembinaan olahraga di daerah.

Menurutnya, KONI Kota Bekasi sangat terbantu dengan hadirnya fasilitas olahraga modern dan representatif seperti Titik Main, terlebih menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat pada November mendatang.

“Kami sangat mendukung. Fasilitas seperti ini sangat membantu kebutuhan latihan atlet, terutama untuk persiapan Porprov 2026,” ujar Rizky.