EKBIS
Konflik AS-Venezuela, CORE: Perlu Mitigasi Risiko Investasi Energi
apakabar.co.id, JAKARTA - Tingginya eskalasi ketegangan geopolitik Amerika Serikat (AS) dengan Venezuela berpotensi akan turut memengaruhi iklim investasi energi di Indonesia. Khususnya aset luar negeri.
“Kondisi ini merupakan disrupsi yang cukup besar sehingga Indonesia perlu memperkuat diversifikasi, tidak hanya tujuan ekspor, tetapi juga negara tujuan investasi,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal di Jakarta, Kamis (8/1).
Ia menilai ketidakpastian politik dan tekanan geopolitik membuat Venezuela semakin kurang prospektif bagi investasi jangka menengah hingga panjang, sehingga perlu dipertimbangkan penyesuaian portofolio investasi ke negara lain.
Menurut Faisal, perkembangan terbaru menunjukkan risiko investasi di Venezuela meningkat, termasuk bagi sektor energi, sehingga langkah mitigasi risiko menjadi penting untuk menghindari potensi kerugian negara di masa mendatang.
“Dalam jangka pendek mungkin belum terlihat dampak konkret, tetapi untuk jangka menengah, risikonya cukup besar dan perlu diantisipasi sejak dini,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai ketegangan geopolitik global itu menjadi pelajaran penting bagi ketahanan energi nasional.
Bhima mengatakan aset energi di wilayah dengan tingkat konflik tinggi cenderung menghadapi risiko distribusi dan operasional yang lebih besar, sehingga diperlukan strategi pengamanan yang matang.
“Ini momentum bagi Indonesia untuk meninjau ulang strategi investasi energi agar lebih tangguh terhadap risiko geopolitik,” ujar Bhima.
Ia menambahkan diversifikasi energi, termasuk penguatan investasi pada energi terbarukan, dapat menjadi langkah jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
"Penguatan investasi pada energi terbarukan seperti panel surya, tenaga angin, dan energi air dapat menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko gangguan rantai pasok energi fosil di wilayah konflik," ujarnya.
Ia menilai langkah pemantauan berkelanjutan dan diversifikasi strategi investasi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan aset energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

