EKBIS

KRISTA InterFOOD 2026 Siap Digelar Pekan Depan, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara

KRISTA InterFOOD 2026 Siap Digelar Pekan Depan, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara. Foto: apakabar.co.id/DF
KRISTA InterFOOD 2026 Siap Digelar Pekan Depan, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara. Foto: apakabar.co.id/DF
apakabar.co.id, JAKARTA - Pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia yang mencapai 7,04 persen pada kuartal I 2026 menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, memperkuat inovasi, dan meningkatkan daya saing produk.

Momentum tersebut turut mewarnai penyelenggaraan KRISTA InterFOOD 2026 yang siap digelar Krista Exhibitions di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, pada 4-7 November 2026.

Memasuki gelaran ke-27, pameran perdagangan dan jejaring bisnis industri makanan dan minuman ini menghadirkan 1.100 peserta, termasuk 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dari 16 negara.

Pameran tersebut menempati 11 hall dengan total luas area mencapai 60.000 meter persegi, sekaligus mempertemukan produsen, pemasok bahan baku, distributor, importir, eksportir, pembeli profesional, hingga pelaku industri makanan dan minuman dari dalam maupun luar negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I 2026, sementara industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 7,04 persen.

Kinerja industri tersebut ditopang oleh peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, kenaikan produksi beras, serta kuatnya permintaan ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan crude palm kernel oil (CPKO).

Pertumbuhan tersebut membuka peluang bagi industri untuk mengembangkan produk baru, meningkatkan kualitas bahan baku, mengadopsi teknologi pengolahan modern, serta memperkuat jaringan distribusi agar mampu bersaing di pasar domestik dan internasional.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan KRISTA InterFOOD 2026 dirancang sebagai platform untuk mempertemukan inovasi dengan peluang bisnis sekaligus memperkuat daya saing industri makanan dan minuman nasional.

“KRISTA InterFOOD 2026 kami hadirkan sebagai platform strategis untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman,” ujar Daud saat jumpa pers di Kantor Kemenperin, Jakarta (28/10).

Ia menjelaskan, pameran tahun ini menghadirkan lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi internasional, seminar, talk show, dan business matching untuk membuka peluang kemitraan serta memperluas akses pasar.

“Rangkaian kegiatan nanti dapat mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global,” tuturnya.

Hadirkan Paviliun Internasional dan 100 UMKM


KRISTA InterFOOD 2026 diikuti peserta dari 16 negara, yakni Amerika Serikat, China, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan.

Partisipasi internasional turut diperkuat melalui paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand yang secara keseluruhan membawa 70 peserta.

Kehadiran peserta lintas negara tersebut membuka kesempatan bagi pelaku industri untuk menjajaki kerja sama perdagangan, mencari pemasok alternatif, memperkenalkan produk, serta memperluas jaringan bisnis ke pasar internasional.

Penyelenggara menargetkan kehadiran 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara selama empat hari pameran.

Selain mempertemukan perusahaan berskala besar, KRISTA InterFOOD 2026 memberikan ruang bagi 100 UMKM untuk memperkenalkan produk dan menjangkau calon pembeli, distributor, serta mitra bisnis potensial.

Keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dalam memperluas akses pasar bagi produk pangan lokal, terutama melalui pengembangan produk bernilai tambah dan peningkatan kualitas agar memenuhi kebutuhan industri.

Digelar Bersama Pameran Seafood dan Teknologi Rantai Dingin

KRISTA InterFOOD 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo untuk memperluas cakupan bisnis yang dapat dijangkau pelaku industri.

Seafood Show Asia Expo berfokus pada hasil laut dan produk perikanan, sedangkan ALL Indonesia Cooltech Expo menghadirkan teknologi pendinginan serta solusi rantai dingin atau cold chain.

Kehadiran ketiga pameran dalam satu lokasi memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengeksplorasi kebutuhan bisnis dari pengadaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi produk.

Bagi industri makanan dan minuman, rantai dingin berperan penting dalam menjaga kualitas dan kesegaran produk, khususnya untuk komoditas perikanan, makanan beku, serta produk yang membutuhkan pengendalian suhu selama penyimpanan dan pengiriman.

Integrasi ketiga pameran tersebut juga membuka peluang bagi produsen untuk menemukan teknologi pendukung dan mitra usaha yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

Kementerian Perindustrian Dorong Inovasi Produk Pangan

Salah satu program yang dihadirkan dalam KRISTA InterFOOD 2026 adalah Indonesia Food Innovation (IFI) 2026: Intermediate Product Edition yang melibatkan Kementerian Perindustrian.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah pangan melalui pengembangan produk antara atau intermediate product berbasis sumber daya lokal.

Produk antara merupakan bahan atau produk yang dapat digunakan sebagai input untuk menghasilkan produk pangan lanjutan, sehingga pengembangannya berpotensi meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal sekaligus memperluas peluang usaha.

Melalui program tersebut, pelaku IKM mendapat kesempatan memperkenalkan produk unggulan kepada distributor, pembeli profesional, investor, dan mitra industri.

Inisiatif ini juga membuka peluang kemitraan yang dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ribuan Chef Unjuk Kemampuan di Kompetisi Kuliner

Tidak hanya berorientasi pada perdagangan, KRISTA InterFOOD 2026 turut menghadirkan berbagai kompetisi untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalisme tenaga kerja di sektor kuliner.

Berkolaborasi dengan Association of Culinary Professionals Indonesia (ACP Indonesia), La Cuisine Cooking Competition 2026 melibatkan sekitar 1.100 chef untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan teknik memasak sesuai standar industri.

Bersama Global Chef Championship 2026, kompetisi tersebut menghadirkan lebih dari 30 kategori yang mencakup masakan tradisional dan internasional.

Rangkaian kegiatan ini menjadi wadah bagi chef untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan industri hotel, restoran, katering, dan jasa boga.

Di sektor kopi, KRISTA InterFOOD 2026 bekerja sama dengan Dewan Kopi Indonesia menghadirkan sejumlah kompetisi yang menampilkan keterampilan profesional dalam pengolahan dan penyajian kopi.

Kompetisi tersebut meliputi Krista InterFOOD Roasting Competition (KIROC), Cup Taster Competition, Coffee Signature Competition, dan Manual Brew Competition.

Melalui rangkaian kompetisi tersebut, pelaku industri kopi mendapat kesempatan untuk mengasah keterampilan, memperkenalkan teknik pengolahan, serta mendorong peningkatan kualitas produk kopi Indonesia.

Sementara itu, Gelato World Tour 2026 yang berkolaborasi dengan Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) memberikan ruang bagi para perajin gelato untuk mengeksplorasi resep dan kombinasi cita rasa baru, termasuk dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

Kompetisi ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kreasi unggulan menuju tahapan kompetisi internasional sesuai ketentuan yang berlaku.

Bahas Peluang Bisnis hingga Strategi Pengembangan Pasar

KRISTA InterFOOD 2026 turut menghadirkan program edukasi dan diskusi untuk membantu pelaku industri memahami perkembangan pasar, regulasi, pengembangan produk, hingga peluang investasi.

Bersama Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), pameran ini menggelar sesi Practical Knowledge for Bringing Food Products to the Market yang membahas pengetahuan praktis dalam membawa produk pangan ke pasar.

Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA) turut menghadirkan rapat kerja nasional dan pelatihan bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) mengangkat pembahasan mengenai strategi registrasi suplemen kesehatan, termasuk penyusunan dossier, pembuktian ilmiah, dan penyelesaian kendala evaluasi.

Di sektor rumput laut, INTROSEA, ASTRULI, dan ARLI menghadirkan pembahasan mengenai pengembangan produk bernilai tinggi dari rumput laut tropis Indonesia untuk menangkap peluang pasar global.

Pameran ini juga menjadi momentum peluncuran program KITA atau Krista Indonesia Tea Artisan oleh Asosiasi Artisan Teh Indonesia (ARTI) untuk mendukung pengembangan industri teh artisan.

Dari sektor hospitality, Indonesia Food and Beverage Executive Club (IFBEC) menghadirkan program yang menyoroti keterampilan, kreativitas, dan pengelolaan bisnis.

Rangkaian kegiatan tersebut mencakup kompetisi penataan meja bertema Tropical Elegance, final kompetisi mixcraft dan table setting melalui Candle Light Dinner Challenge, serta talk show bertajuk Revenue is Vanity, Profit is Reality yang membahas pentingnya profitabilitas dalam bisnis.

Business Matching Buka Peluang Kerja Sama

Untuk mempertemukan peserta pameran dengan calon mitra dagang, KRISTA InterFOOD 2026 juga menghadirkan program business matching yang melibatkan asosiasi, pemerintah, distributor, dan pelaku industri.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah seminar bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan GAPMMI bertajuk Investment Opportunity and Incentives for the Growing Indonesian Food Industry.

Program lainnya mencakup business matching bersama anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Thailand Pavilion, serta pelaku usaha yang tergabung dalam IKABOGA.

Pameran ini juga menghadirkan talk show dari Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), serta kegiatan bersama Asosiasi Pengusaha Frozen Food Indonesia (APFFI), Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pasar dengan kemampuan produksi pelaku industri, sekaligus membuka peluang distribusi dan kemitraan baru.

Bagi pelaku UMKM, produsen, distributor, importir, dan retailer, business matching menjadi salah satu sarana untuk menemukan mitra yang sesuai tanpa harus membangun jaringan bisnis dari awal.

Perkuat Kolaborasi Industri Makanan dan Minuman

Selama 27 tahun penyelenggaraannya, KRISTA InterFOOD terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, asosiasi, dan komunitas profesional untuk mendukung perkembangan industri makanan dan minuman Indonesia.

Penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dukungan juga datang dari berbagai asosiasi industri yang bergerak di bidang makanan dan minuman, kuliner, perikanan, kopi, teh, rumput laut, pengemasan, serta perhotelan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan berbagai sektor dalam satu ekosistem bisnis, mulai dari produsen bahan baku hingga pelaku distribusi dan penyedia teknologi pendukung.

Dengan skala pameran yang lebih luas, partisipasi internasional, serta rangkaian program bisnis dan edukasi, KRISTA InterFOOD 2026 diharapkan menjadi salah satu pintu bagi pelaku industri untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk pangan Indonesia.

Pameran ini berlangsung pada 28–31 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, dengan tiket masuk Rp250.000 untuk akses selama empat hari.

Pengunjung dapat melakukan registrasi melalui situs resmi penyelenggara di https://register.kristaonline.com/visitor/kristainterfood