EKBIS

Stok BBM 20 Hari, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Tenang

Komisaris PT Pertamina, Hasan Nasbi. Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
Komisaris PT Pertamina, Hasan Nasbi. Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
apakabar.co.id, SOLO - Komisaris PT Pertamina, Hasan Nasbi, angkat bicara perihal persoalan stok BBM di Indonesia di tengah perang Amerika Serikat (AS)-Iran. 

Menurutnya saat ditemui di kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo, Rabu (25/3), pemerintah sudah mengantisipasi jauh-jauh hari sejak perang pertama kali meletus. Pemerintah sudah memprediksi dampaknya akan sejauh apa. 

"Mengenai harga dan pasokan. Pertamina sebagai operator yang mengikuti arahan pemerintah. Tentu kita kalau dari pasokan mencari sebanyak mungkin sumber sumber yang tidak tertahan di Selat Hormuz. Dari Afrika ada, Amerika ada dan sejauh ini cadangan kita terus diperbarui. Sehingga kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi," ungkapnya.

Jika ditanya soal stok BBM, Hasan Nasbi mengatakan stok bbm Indonesia masih hingga 20 hari ke depan. 


"Kalau hari ini ditanya stoknya 20 hari. Kalau kemarin ditanya stoknya 20 hari. Besok ditanya stoknya 20 hari. Karena terus diperbarui," sambungnya. 

Hasan Nasbi kemudian menghimbau agar masyarakat tidak panic buying. Karena pemerintah akan melakukan penyesuaian-penyesuaian supaya ada penghematan dari sisi bahan bakar. 

"Pemerintah selalu mengarahkan, kita mengantisipasi jauh-jauh hari. Kemudian berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan masyarakat," tandasnya.