LIFESTYLE
Fans K-pop Indonesia Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan Batu Bara di Pulau Obi
12 penggemar K-pop di Indonesia melayangkan surat terbuka kepada Hana Bank di Seoul, Korea Selatan agar menghentikan pendanaan proyek nikel di Pulau Obi, Maluku Utara.
apakabar.co.id, JAKARTA - Dua belas basis penggemar K-pop di Indonesia melayangkan surat terbuka kepada kantor pusat Hana Bank di Seoul, Korea Selatan. Mereka menuntut Hana Bank segera menghentikan pendanaan proyek nikel yang masih ditenagai pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Pulau Obi, Maluku Utara. Aksi ini menyoroti jarak antara komitmen iklim Hana Financial Group dan praktik pembiayaannya di lapangan.
Para penggemar menilai Deklarasi Hana Financial Group tahun 2021, yang menyatakan penghentian pembiayaan proyek PLTU batu bara di dalam dan luar negeri, kini kehilangan makna. Pasalnya, Hana Bank disebut masih memberikan dukungan keuangan kepada industri berbasis batu bara berskala besar di Indonesia, khususnya kepada Grup Harita.
Kritik ini menjadi sorotan karena Hana Bank selama ini aktif menggandeng bintang K-pop sebagai duta merek, mulai dari G-Dragon hingga An Yu-jin. Strategi pemasaran tersebut justru berbalik arah ketika para penggemar mempertanyakan konsistensi nilai yang diusung bank tersebut, utamanya terkait krisis iklim dan tanggung jawab sosial.
KPOP4PLANET bersama 12 basis penggemar K-pop Indonesia mengumumkan bahwa pada 2 Februari mereka telah mengirimkan surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua Hana Financial Group, Ham Young-Joo. Dalam surat itu, mereka mengecam dukungan finansial Hana Bank kepada Grup Harita, yang hingga kini masih mengandalkan batu bara dalam operasi pengolahan nikel di Pulau Obi.
Mengacu pada laporan Market Forces, sejak 2018 Hana Bank telah menyalurkan pembiayaan sebesar 84 juta dolar AS kepada Grup Harita. Perusahaan tersebut saat ini membangun dan mengoperasikan PLTU batu bara berkapasitas 1,6 gigawatt (GW) di Pulau Obi, dengan rencana ekspansi hingga lebih dari 4 GW.
Kondisi tersebut dinilai bertentangan langsung dengan komitmen penghentian pembiayaan batu bara yang dideklarasikan Hana Financial Group pada 2021.
Dalam surat terbuka itu, para penggemar juga menyoroti dampak lingkungan yang dirasakan warga lokal. Mereka menyebut Pulau Obi yang sebelumnya subur kini mengalami degradasi lingkungan serius, hingga masyarakat kesulitan mengakses air bersih. Emisi karbon dan polusi dari PLTU batu bara disebut akan menjadi beban jangka panjang bagi generasi mendatang.
Data Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menunjukkan, emisi gas rumah kaca tahunan Grup Harita diperkirakan mencapai 10,87 juta ton CO2e pada 2024, hampir setara 1 persen dari total emisi Indonesia pada 2023. Jika ekspansi nikel terus berjalan, emisi tersebut diprediksi akan berlipat ganda pada 2028. Dukungan pendanaan dari perbankan internasional, termasuk Hana Bank, dinilai berkontribusi pada potensi “bom gas rumah kaca”.
Para penggemar menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Hana Bank: menghentikan pendanaan kepada Grup Harita selama masih bergantung pada PLTU batu bara baru, mengecualikan investasi pada perusahaan yang membangun atau memperluas PLTU batu bara, serta memperkuat kebijakan pendanaan iklim yang tegas dan transparan.
Seruan ini juga ditujukan kepada Hana Bank yang memiliki basis anak muda Indonesia melalui Line Bank, kerja sama dengan pelatih timnas Shin Tae-yong, serta kolaborasi dengan idola K-pop. Nurul Sarifah, juru kampanye KPOP4PLANET Indonesia, menegaskan bahwa tanpa generasi muda dan generasi mendatang, institusi keuangan tidak akan berkelanjutan.
"Hana Bank harus secara aktif menafsirkan kebijakan pendanaan iklim yang mereka katakan, bukan hanya berinvestasi di PLTU batu bara, termasuk segera mengecualikan pembiayaan bagi perusahaan yang mengembangkan bisnis berdasarkan tenaga batu bara," ujar Nurul dalam keterangannya, Kamis (5/2).
Kampanye “Hana, Bring K-pop Not Coal” yang diluncurkan pada Desember lalu telah mendapat dukungan luas. Sebanyak 12 klub penggemar, termasuk penggemar G-Dragon, Big Bang, dan Blackpink, dengan total lebih dari 280 ribu pengikut, menyatakan akan terus menekan Hana Bank hingga menghentikan pembiayaan batu bara dan mengambil peran nyata dalam transisi energi yang adil.
Senada, pengelola klub penggemar G-Dragon di Indonesia, Istri GD berharap kolaborasi antara Hana Bank dan GD bukan sekadar aksi promosi yang memanfaatkan pengaruh dan nama besar selebriti. "Seharusnya memberi kesempatan untuk menciptakan perubahan yang bermakna," tulisnya.
Cinta, organizer dari ZeroBaseOne Indonesia mengungkapkan masyarakat Pulau Obi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih bersamaan dengan aktivitas industri yang didukung oleh pembiayaan internasional. Ketika korporasi berjalan normal di tengah krisis yang dialami warga lokal, hal itu bukanlah soal transisi energi, melainkan soal ketimpangan kekuasaan dan tanggung jawab.
"Dukungan finansial yang terus mengalir tanpa perubahan nyata berarti turut membiarkan kerusakan ini berlangsung,” ujar Cinta.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari Grup Harita terkait isu yang disampaikan tersebut. Media ini telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada pihak terkait, namun belum menerima jawaban hingga berita ini ditayangkan.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK