LIFESTYLE
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah di Tanah Tinggi Mulai Membuahkan Hasil
Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola dan memilah sampah secara langsung dari rumah ke rumah di lingkungan RT 15/RW 08.
apakabar.co.id, JAKARTA – Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat terus memperkuat upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah langsung dari rumah ke rumah di lingkungan RT 15/RW 08.
Program ini melibatkan pengurus RT, RW, serta kelompok pemuda setempat. Tujuannya sederhana, yakni membiasakan warga memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah sehingga jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat terus berkurang.
Lurah Tanah Tinggi, Heru Tri Prasetyo, mengungkapkan pendekatan langsung kepada warga dinilai lebih efektif untuk mengubah kebiasaan masyarakat. Dengan cara tersebut, warga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mendapatkan pendampingan mengenai cara memilah sampah yang benar.
"Sosialisasi digencarkan untuk mengubah pola pikir warga. Alhamdulillah, sekitar 50 hingga 60 persen rumah warga padat penduduk di RT 15/RW 08 secara mandiri sudah memilah sampah," ujar Heru di Jakarta, Rabu (15/7).
Menurut Heru, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat dari meningkatnya jumlah rumah yang sudah memiliki kebiasaan memisahkan sampah organik dan anorganik. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperluas program ke wilayah lain di Kelurahan Tanah Tinggi.
Selain mengedukasi warga, lingkungan RT 15/RW 08 juga telah membentuk bank sampah. Fasilitas ini digunakan untuk menampung botol plastik bekas air minum yang dikumpulkan dari rumah-rumah warga maupun penghuni rumah kos.
Sementara itu, sampah organik seperti sisa makanan tidak lagi langsung dibuang. Sampah tersebut dikumpulkan untuk diolah menjadi pakan maggot serta pupuk kompos cair dan padat. Pengolahan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang sudah berpartisipasi, Kelurahan Tanah Tinggi bersama Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Johar Baru memasang stiker di rumah-rumah yang telah menerapkan pemilahan sampah.
Pemberian stiker itu diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga lainnya agar ikut melakukan hal yang sama. Di sisi lain, pengurus RT juga rutin memeriksa tong sampah di setiap rumah untuk memastikan sampah organik dan anorganik tidak tercampur kembali.
Heru menjelaskan, keberhasilan RT 15/RW 08 membuat kawasan tersebut ditetapkan sebagai pilot project atau proyek percontohan penerapan pemilahan sampah dari sumber.
"Kami sudah menetapkan penerapan pilah sampah warga RT 15/RW 08 sebagai pilot project untuk ditularkan ke RW lain, karena semua pihak termasuk warga terlibat aktif," katanya.
Ketua RT 15/RW 08, Farid Pahlevi, menjelaskan pihaknya menyediakan tong sampah organik yang dibuat dari kaleng cat bekas dan ditempatkan di beberapa gang. Selain itu, tersedia pula wadah khusus untuk menampung botol plastik bekas, terutama dari penghuni rumah kos yang jumlahnya cukup banyak di wilayah tersebut.
Farid membeberkan pihaknya terus mengingatkan warga agar membuang botol plastik ke tempat penampungan yang telah disediakan, sedangkan sisa makanan dimasukkan ke tong sampah organik untuk kemudian diolah.
"Kami juga rutin mengimbau penghuni rumah kos dan warga membawa sampah botol air mineral bekas untuk dibuang di wadah penampungan yang sudah tersedia. Sementara sisa makanan dapat dibuang di beberapa tong sampah," ujar Farid.
Botol plastik yang terkumpul kemudian dijual setiap pekan. Hasil penjualannya dimanfaatkan untuk kepentingan bersama di lingkungan RT sehingga manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Farid optimistis kesadaran warga akan terus meningkat seiring semakin banyaknya masyarakat yang memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Program ini juga mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Melalui gerakan tersebut, pemerintah menargetkan berkurangnya volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah melalui proses daur ulang serta pengolahan sampah organik yang lebih bernilai guna.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK