LIFESTYLE

Rutin Minum Jus Tomat, Tekanan Darah Bisa Turun Signifikan

Jus tomat. Foto: istimewa
Jus tomat. Foto: istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA - Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jus tomat tanpa garam berpotensi membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, terutama pada orang yang berisiko mengalami penyakit kardiovaskular. 

Temuan ini menjadi kabar baik bagi jutaan orang yang hidup dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi. 

Di Inggris Raya saja, kondisi ini diperkirakan dialami oleh satu dari tiga orang dewasa. Hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala, namun secara perlahan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, tekanan darah tinggi dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari serangan jantung, stroke, hingga kerusakan organ vital. Faktor pemicu hipertensi pun beragam, namun pola makan disebut memainkan peran penting.

Makanan tinggi garam kerap menjadi biang keladi karena natrium menyebabkan tubuh menahan cairan, sehingga tekanan darah meningkat. Sebaliknya, pilihan makanan dan minuman tertentu justru dapat membantu menurunkanya. Salah satunya adalah jus tomat.


Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food Science and Nutrition pada 2019 mengungkapkan bahwa konsumsi jus tomat tanpa garam setiap hari mampu menurunkan tekanan darah secara signifikan, sekaligus menekan kadar kolesterol jahat (LDL).
Studi ini dilakukan oleh para ilmuwan di Tokyo, Jepang, dengan melibatkan 481 sukarelawan. 

Para peserta diberi akses bebas untuk mengonsumsi jus tomat selama 12 bulan. Selama periode tersebut, peneliti memantau berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah, kadar lipid serum, dan toleransi glukosa. Hasilnya cukup mencolok. 

Peserta yang sebelumnya mengalami prehipertensi atau hipertensi yang belum diobati menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan. Rata-rata konsumsi jus tomat harian berkisar antara 84 hingga 215 mililiter, dengan sebagian besar peserta mengonsumsi sekitar satu botol (200 ml) per hari.

Selain itu, kadar kolesterol LDL juga tercatat menurun. Menariknya, efek positif ini ditemukan konsisten pada pria dan wanita, serta tidak dipengaruhi oleh perbedaan usia maupun perubahan gaya hidup lainnya selama masa penelitian.

Para peneliti menyimpulkan bahwa jus tomat tanpa garam mampu memperbaiki tekanan darah dan profil kolesterol, sehingga berpotensi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Para ilmuwan menduga manfaat tersebut berasal dari likopen, antioksidan kuat yang secara alami terkandung dalam tomat. 

Likopen dikenal memiliki kemampuan menangkal stres oksidatif dan menghambat oksidasi kolesterol LDL—proses penting dalam pembentukan aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.

“Tomat mengandung berbagai komponen bioaktif yang membuat tomat dan produk olahannya bermanfaat bagi kesehatan,” tulis peneliti dalam laporannya. 

Sejumlah studi epidemiologi juga menunjukkan bahwa likopen berperan dalam pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Manfaat tomat terhadap tekanan darah juga diperkuat oleh penelitian lain yang dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology pada 2023. 


Studi tersebut menemukan bahwa individu yang mengonsumsi lebih dari 110 gram tomat per hari memiliki risiko terkena hipertensi 36 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi tomat dalam jumlah sangat sedikit.

Sebagai pengingat, NHS menetapkan bahwa seseorang di bawah usia 80 tahun dianggap mengalami tekanan darah tinggi jika hasil pengukuran mencapai 140/90 mmHg atau lebih di fasilitas kesehatan, atau 135/85 mmHg saat diukur di rumah. Sementara untuk usia 80 tahun ke atas, ambang batasnya sedikit lebih tinggi.

Meski jus tomat bukan pengganti pengobatan medis, temuan ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam pola makan, seperti rutin mengonsumsi jus tomat tanpa garam, dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan jantung.