SMP Asal Indonesia Juara AIA Healthiest Schools 2026, Olah Limbah Pisang Jadi Es Krim hingga Pupuk
Penulis:
Tim Redaksi
Kamis, 9 Juli 2026 | 14:06 WIB
SMP Asal Indonesia Juara AIA Healthiest Schools 2026, Olah Limbah Pisang Jadi Es Krim hingga Pupuk. Foto: ist.
apakabar.co.id, JAKARTA – SMP IL Kapten Fatubaa dari Desa Fatubaa, Indonesia, meraih gelar Juara Utama AIA Healthiest Schools Competition 2026 setelah menghadirkan program pengolahan limbah kulit pisang menjadi berbagai produk berkelanjutan.
Atas pencapaian tersebut, sekolah ini memperoleh hadiah senilai US$40.000 pada seremoni penghargaan regional yang digelar di Bangkok, Thailand.
SMP IL Kapten Fatubaa dinilai berhasil menggabungkan pendidikan lingkungan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan kulit pisang menjadi es krim, kompos, dan pupuk cair.
Program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 orang di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
SMP IL Kapten Fatubaa terpilih sebagai pemenang regional setelah menyisihkan hampir 1.000 karya dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.
Jumlah itu menjadi partisipasi tertinggi sejak kompetisi AIA Healthiest Schools pertama kali diselenggarakan.
Kompetisi yang memasuki tahun keempat ini mengajak siswa berusia 5 hingga 16 tahun menerapkan pola hidup sehat melalui empat pilar utama, yaitu pola makan sehat, gaya hidup aktif, kesehatan mental, dan keberlanjutan.
Head Judge AIA Healthiest Schools Competition sekaligus Group Chief Marketing Officer AIA Group, Stuart A. Spencer, mengatakan program tersebut mendorong generasi muda mengubah pengetahuan mengenai kesehatan menjadi aksi nyata.
“Para peserta tidak hanya membangun kebiasaan hidup sehat, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kerja sama,” ujar Spencer dalam keterangannya dikutip Kamis (9/7).
Group Chief Executive and President AIA Group Lee Yuan Siong menjelaskan bahwa hal yang paling kuat dari program ini adalah kemampuannya mengubah kesehatan dari sesuatu yang hanya dipelajari siswa menjadi sesuatu yang mereka praktikkan setiap hari.
“Tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah dan komunitas seperti makan lebih sehat, lebih aktif bergerak, dan menjaga kesehatan mental menciptakan perubahan perilaku dalam skala yang lebih luas,” terangnya.
Sementara itu, guru SMP IL Kapten Fatubaa, Antonius Kapitan, mengaku tidak menyangka sekolahnya berhasil menjadi juara utama dalam kompetisi tersebut.
“Kami para guru dan siswa hanya berupaya memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Menurut Antonius, proyek tersebut akan terus dilanjutkan karena tujuan utamanya bukan sekadar meraih penghargaan, tetapi memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dan komunitas di sekitarnya.
“Kami ingin terus berproduksi dan memberikan manfaat kepada lebih banyak siswa dan komunitas,” tutup Antonius.