LINGKUNGAN HIDUP

Solo Jadi Kota Percontohan Program Sungai Lestari, Target Tangani 1.000 Ton Sampah

Peluncuran Program Sungai Lestari Surakarta. Perwakilan United Nations Development Programme (UNDP), Clean Rivers, Pemerintah Kota Surakarta, serta para mitra menekan tombol bersama sebagai tanda dimulainya Soft Launching Program Sungai Lestari Surakarta
Peluncuran Program Sungai Lestari Surakarta. Perwakilan United Nations Development Programme (UNDP), Clean Rivers, Pemerintah Kota Surakarta, serta para mitra menekan tombol bersama sebagai tanda dimulainya Soft Launching Program Sungai Lestari Surakarta
apakabar.co.id, SOLO - United Nations Development Programme (UNDP) lembaga dibawah PBB bersama dengan Clean Rivers meluncurkan program sungai lestari, Jumat, (10/07/2026) di Kantor Kecamatan Laweyan, Kota Solo. 

Menurut Ahmad Bahri Rambe, Nasional Project Koordinator Sekretariat TKN PSL, Kota Solo jadi salah satu dari lima kota di Indonesia. Mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Bali, dan juga Bekasi untuk menjadi percontohan pengelolaan sampah nasional.  

"Kita harapkan nanti lima kota ini bisa menjadi contoh untuk penerapan pengelolaan sampah yang lebih baik di kota-kota lainnya. Program ini merupakan program yang komprehensif," ungkapnya. 

Ahmad menambahkan, nantinya sampah di sungai akan dikelola dan dipilah. Kemudian seminimal mungkin supaya tidak dibuang ke TPA. 


"Kita harapkan nanti program ini bisa memberikan dampak yang signifikan ya untuk pengurangan sampah di sungai kita. Kita akan menggunakan pendekatan performance base," sambungnya. 

Performance base yang dimaksud disini adalah ketika nanti bermitra dengan Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari) dan Veritas Edukasi Lingkungan (VEL).

"Mereka nanti akan kita evaluasi, apabila bisa melaksanakan dengan baik. Kita akan memberikan reward insentif. Kemudian dalam pelaksanaannya mereka nanti akan bekerja sama dengan seluruh-seluruh masyarakat. Dengan bank-bank sampah, komunitas sungai, dan juga dengan Pemda tentunya," tandas Ahmad. 

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, mengatakan Program Sungai Lestari akan difokuskan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Premulung yang melintasi Kecamatan Laweyan dan Serengan.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Surakarta dengan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, Clean Rivers dan berbagai mitra.

"Ini adalah kolaborasi UNDP dengan pemerintah Kota Surakarta dengan Clean Rivers. Fokusnya adalah menangani sampah di sungai, yang akan menjadi fokus di Kali Permulung," katanya.

Herwin menjelaskan program tersebut menargetkan penanganan sekitar 1.000 ton sampah sungai selama masa pelaksanaan. Selain pembersihan sungai, kegiatan juga disertai edukasi kepada masyarakat agar mengurangi kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai.

"Targetnya kita sampai menangani 1000 ton. Kita pendekatannya lebih ke edukasi kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan maupun kebersihan sungai," ujarnya.


Menurut Herwin, pengukuran timbulan sampah akan dilakukan melalui pemasangan trash boom di beberapa titik sungai. Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan strategi edukasi sekaligus evaluasi efektivitas program.

"Nanti ada trash boom, kita bisa mengukur sebenarnya berapa sampah yang dihasilkan di atau yang dibuang ke sungai. Dari angka itu nanti akan bisa memberikan sosialisasi maupun edukasi yang lebih terukur, terarah dan terstruktur," pungkasnya.