NEWS
15 Kali Gempa Susulan Guncang Tahuna Sangihe, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi susulan masih terus mengguncang Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. BMKG mencatat 15 kali gempa susulan dengan magnitudo antara 3,8 hingga 4,9 terjadi sejak Senin (8/6) malam hingga Selasa (9/6).
apakabar.co.id, JAKARTA – Gempa bumi susulan masih terus mengguncang Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 15 kali gempa susulan dengan magnitudo antara 3,8 hingga 4,9 terjadi sejak Senin (8/6) malam hingga Selasa (9/6).
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi BMKG, aktivitas gempa susulan mulai terpantau sejak pukul 22.00 WIB pada 8 Juni 2026. Guncangan berulang tersebut terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe pada Senin malam.
Gempa susulan terbaru tercatat berkekuatan magnitudo 4,1. BMKG menyebut pusat gempa berada pada koordinat 5,45 Lintang Utara dan 125,40 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Meski aktivitas gempa masih berlangsung, BMKG memastikan seluruh gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
“Gempa tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan BMKG dalam informasi resmi yang disampaikan kepada masyarakat.
BMKG juga menjelaskan bahwa data yang dipublikasikan mengutamakan kecepatan penyampaian informasi. Karena itu, hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring masuknya data tambahan dari jaringan pemantauan gempa.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.
Sebelumnya, gempa utama berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin sekitar pukul 21.53 WIB atau 22.53 WITA. Gempa tersebut menjadi pemicu munculnya rangkaian gempa susulan yang hingga kini masih tercatat oleh BMKG.
Menurut data BMKG, pusat gempa utama berada pada koordinat 5,65 Lintang Utara dan 124,80 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi episentrum berada sekitar 239 kilometer dari Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Hingga Selasa (9/6) pagi, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut. Namun, masyarakat di wilayah Tahuna dan sekitarnya dilaporkan masih merasakan sejumlah guncangan susulan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Kepulauan Sangihe sendiri merupakan salah satu wilayah yang berada di kawasan aktif secara tektonik karena berdekatan dengan pertemuan sejumlah lempeng bumi. Kondisi tersebut membuat wilayah ini cukup sering mengalami aktivitas gempa bumi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari lembaga tersebut dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta memastikan bangunan tempat tinggal dalam kondisi aman serta mengetahui jalur evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi gempa yang lebih kuat.
Rangkaian gempa susulan yang masih terjadi menunjukkan bahwa aktivitas seismik di wilayah Kepulauan Sangihe belum sepenuhnya mereda. Meski demikian, hingga saat ini BMKG menegaskan tidak ada potensi tsunami yang menyertai gempa-gempa tersebut.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK