NEWS

Arus Balik Lebaran 2026: Rest Area Km 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menutup sementara Rest Area Km 52B Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta pada Selasa (24/3) sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan saat arus balik Lebaran 2026.
Ilustrasi - Rest area KM 57 jalan Tol Jakarta-Cikampek. Foto: ANTARA
Ilustrasi - Rest area KM 57 jalan Tol Jakarta-Cikampek. Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menutup sementara Rest Area Km 52B di ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta pada Selasa (24/3), sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan saat arus balik Lebaran 2026.

Kebijakan rest area ditutup ini dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan, serta hasil koordinasi dengan Kepolisian RI.

Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan penutupan sementara tersebut bertujuan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur utama Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi salah satu titik krusial arus balik.

“Penutupan sementara Rest Area Km 52B dilakukan untuk mengurangi potensi antrean kendaraan yang keluar masuk rest area yang dapat berdampak pada kelancaran arus lalu lintas,” ujar Ria dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/3).

Menurut dia, peningkatan volume kendaraan saat arus balik Lebaran 2026 membuat rest area berpotensi menjadi titik kepadatan baru. Kendaraan yang keluar masuk area istirahat kerap memicu perlambatan, bahkan antrean panjang hingga ke badan jalan tol.

JTT bersama kepolisian, lanjut Ria, terus memantau kondisi lalu lintas secara berkala. Penyesuaian rekayasa lalu lintas, termasuk penutupan rest area, akan diberlakukan secara fleksibel mengikuti perkembangan situasi di lapangan.

Lonjakan volume kendaraan pada arus balik Lebaran 2026 diperkirakan kembali tinggi, mengikuti tren tahun-tahun sebelumnya. Pada periode arus balik Lebaran 2025, volume kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek tercatat meningkat signifikan dibandingkan hari normal, bahkan pada puncaknya mencapai lebih dari 1,5 hingga 2 kali lipat.

Kondisi serupa diproyeksikan terjadi tahun ini. Jasa Marga sebelumnya mengindikasikan adanya peningkatan mobilitas masyarakat, seiring membaiknya aktivitas ekonomi dan tingginya minat perjalanan mudik pascapandemi.

Dalam situasi tersebut, rest area menjadi salah satu titik paling rawan kepadatan. "Kendaraan yang keluar masuk area istirahat kerap memicu perlambatan, bahkan antrean panjang hingga ke badan jalan tol," katanya.

JTT bersama kepolisian, terang Ria, terus memantau kondisi lalu lintas secara berkala. Penyesuaian rekayasa lalu lintas, termasuk penutupan rest area, akan diberlakukan secara fleksibel mengikuti perkembangan situasi di lapangan.

Sebagai alternatif, pengguna jalan diminta memanfaatkan rest area lain yang masih beroperasi di sepanjang ruas Tol Jakarta-Cikampek. Pengemudi juga diimbau merencanakan perjalanan dengan baik agar tidak bergantung pada satu titik perhentian.

Selain itu, pengguna jalan diingatkan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Pengemudi juga diminta menjaga jarak aman, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

JTT menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan menjadi prioritas utama selama periode arus balik Lebaran 2026.

Namun demikian, kebijakan rest area ditutup kembali menyoroti persoalan yang berulang setiap tahun. Peningkatan volume kendaraan yang konsisten tinggi saat mudik dan arus balik kerap tidak diimbangi dengan kapasitas fasilitas pendukung yang memadai.

Dalam beberapa tahun terakhir, rest area di Tol Jakarta-Cikampek berulang kali menjadi titik kemacetan baru, terutama pada jam-jam puncak arus balik. Penutupan sementara pun menjadi solusi jangka pendek untuk mengurai kepadatan, meski di sisi lain berpotensi mengurangi kenyamanan pengendara.

Pola ini menunjukkan bahwa pengelolaan arus lalu lintas Lebaran masih menghadapi tantangan struktural, bukan sekadar persoalan teknis di lapangan.

JTT menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat kebijakan tersebut. Pengguna jalan diharapkan dapat memahami langkah ini sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran perjalanan selama arus balik Lebaran 2026.

Untuk mendapatkan informasi terkini terkait kondisi lalu lintas, pengguna jalan dapat mengakses aplikasi Travoy atau menghubungi One Call Center Jasa Marga di nomor 133 yang tersedia selama 24 jam.