NEWS

OTT KPK di Sumatera Ciduk Bupati Langkat: Berawal dari Forum Bisnis

Penangkapan Bupati Langkat Syah Afandin menambah daftar operasi tangkap tangan KPK yang terus bertambah sepanjang tahun ini.
KPK menggelar OTT kedelapan pada 2026 ini. Foto ilustrasi: Medcom
KPK menggelar OTT kedelapan pada 2026 ini. Foto ilustrasi: Medcom
apakabar.co.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dengan menangkap Bupati Langkat Syah Afandin. Penangkapan tersebut menjadi OTT ke-15 yang dilakukan lembaga antirasuah sepanjang 2026.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi operasi tersebut saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Jumat (4/7/2026).

“Benar,” kata Fitroh singkat.
Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Operasi tangkap tangan KPK yang dikabarkan berlangsung pada Kamis (2/7/2026) disebut terjadi secara senyap di sela rangkaian kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Aula Institut Kesehatan Medistra (IKM), Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. 

Sejumlah kepala daerah yang mengikuti Forum Bisnis Daerah APKASI disebut tidak langsung mengetahui adanya penindakan tersebut.

Informasi mengenai penangkapan baru beredar setelah agenda resmi berakhir dan para peserta menghadiri jamuan makan durian yang digelar Bupati Deli Serdang di depan Kantor Bupati sekitar pukul 18.00 WIB. 

Dalam pertemuan itu, seperti mengutip laporan Kompas.com, muncul pembicaraan mengenai tidak hadirnya salah satu kepala daerah yang dikaitkan dengan Kabupaten Langkat.

Seorang pejabat di lingkungan Pemkab Deli Serdang yang enggan disebut namanya mengatakan diskusi di Aula IKM selesai sekitar pukul 17.00 WIB dan dilanjutkan dengan jamuan makan durian. 

Namun hingga kegiatan berakhir, tidak terlihat pejabat maupun perwakilan Pemerintah Kabupaten Langkat hadir di lokasi.

"Ada yang bilang (Bupati) Langkat coba dicari ke mana, infonya kepegang tiga huruf (diamankan KPK)," kata dia. 

Menurut informasi yang beredar, operasi KPK bermula dari penangkapan seseorang di Kota Binjai sebelum dikembangkan ke Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Sejumlah sumber menyebut OTT tersebut diduga berkaitan dengan praktik fee proyek, meski hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai konstruksi perkara yang ditangani KPK.

Penangkapan Syah Afandin menambah panjang daftar OTT yang dilakukan KPK sepanjang tahun ini. Sejak Januari hingga awal Juli 2026, operasi tangkap tangan lembaga antirasuah itu telah menyasar berbagai kalangan, mulai dari pejabat perpajakan, hakim, ASN lembaga negara, hingga kepala daerah.

OTT pertama tahun ini dilakukan pada 9–10 Januari 2026 terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap delapan orang.

Masih pada Januari, KPK kembali menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT kedua dan Bupati Pati Sudewo dalam OTT ketiga.

Rangkaian OTT berlanjut pada Februari. KPK menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin dalam OTT keempat, disusul penangkapan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal yang sebelumnya menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Pada bulan yang sama, KPK juga menangkap Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta bersama Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan dalam OTT keenam.

Memasuki Maret yang bertepatan dengan bulan Ramadan, KPK kembali melakukan tiga OTT berbeda yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Pada April, giliran Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang ditangkap dalam OTT ke-10. Sementara sepanjang Mei, KPK tidak melakukan operasi tangkap tangan.

Aktivitas OTT kembali meningkat pada Juni. KPK melakukan operasi yang membuat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri. Setelah itu, lembaga antirasuah menangkap Bupati Muara Enim Edison dalam OTT ke-12 dan seorang ASN Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam OTT ke-13.

Tak lama berselang, OTT ke-14 dilakukan KPK yang berujung pada penyerahan diri Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby.

Kini, dengan ditangkapnya Bupati Langkat Syah Afandin, jumlah operasi tangkap tangan KPK sepanjang 2026 resmi bertambah menjadi 15 kasus. KPK masih mendalami perkara tersebut dan akan menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.