1446
1446

Rekonstruksi Bongkar Aksi Terencana TNI Pembunuh Juwita

Kelasi satu TNI AL ini rupanya benar-benar sudah merencanakan aksinya menghabisi Juwita.

Kelasi Jumran saat memeragakan salah satu adegan pembunuhan wartawati Juwita. Rekon digelar di TKP kawasan Gunung Kupang.

apakabar.co.id, Banjarbaru – Rekonstruksi kasus pembunuhan wartawati Juwita (23) digelar pada Sabtu (5/4) di kawasan Gunung Kupang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dalam reka ulang, tersangka Jumran memperagakan 33 adegan yang menggambarkan detail aksi kejinya.

Tersangka yang diketahui sebagai prajurit aktif TNI AL itu tampil mengenakan kaus oranye, tangan terborgol, kaki dirantai, dan kepala plontos. Ia dikawal ketat selama rekonstruksi dan terlihat tenang meski lebih banyak menunduk.

“Ya, ada 33 adegan yang direka ulang dalam rekonstruksi hari ini,” ujar kuasa hukum keluarga korban, Muhammad Pazri kepada media ini.

Proses rekonstruksi berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat gabungan TNI Angkatan Laut dan kepolisian. Polres Banjarbaru mengerahkan 106 personel untuk menjaga lokasi serta membatasi akses keluar-masuk di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Kelasi Jumran saat memindahkan sepeda motor milik korban ke semak-semak.

Salah satu adegan menggambarkan bagaimana Jumran membujuk Juwita agar berpindah ke kursi belakang mobil. Di sana, ia kemudian memiting-mencekik korban hingga tewas. Setelahnya, jasad Juwita dibuang di tepi jalan. Untuk menyamarkan tindakannya, prajurit Lanal Balikpapan ini membawa sepeda motor korban yang ditinggal di minimarket kawasan Cempaka dan meletakkannya di dekat lokasi agar tampak seperti kecelakaan.

“Tersangka melakukan aksinya dengan tenang dan sudah direncanakan,” jelas Pazri didampingi kuasa hukum lainnya.

Rekonstruksi ini kian memperkuat dugaan pembunuhan berencana sebagaimana yang disangkakan penyidik dalam Pasal 340 KUHP. “Ada jeda waktu, ada setting, ini bukan spontan,” katanya.

Tak hanya itu, Jumran juga diduga berupaya menghilangkan barang bukti. Ia diketahui memesan tiket pesawat dengan identitas palsu dan menghancurkan kartu identitasnya setelah kejadian. Salah satu barang pribadi korban, yakni ponsel, turut raib.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kabarin Lah! (@kabarinlahh)

Motif Masih Misterius

22 Maret 2024, Juwita ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan menuju Desa Kiram, Kabupaten Banjar. Saat ditemukan, korban masih mengenakan helm. Sementara motornya ditemukan terperosok ke dalam semak-semak. Warga yang menemukan jasadnya segera melapor ke pihak berwajib dan membawa jenazah ke RSUD Idaman Banjarbaru.

Awalnya, kematian Juwita dikira kecelakaan tunggal. Namun, penyelidikan mengungkap sejumlah kejanggalan. Luka lebam ditemukan di bagian leher, punggung, dan dagu korban. Barang-barang pribadi seperti dompet dan ponsel hilang, meski motor masih ada di lokasi.

Hingga kini, motif pasti pembunuhan masih belum terungkap. “Kami belum tahu motif pastinya,” ujar Pazri.

Namun, keluarga korban mencurigai bahwa kasus ini bukan hanya persoalan hubungan pribadi. Hilangnya barang-barang pribadi hingga kondisi jenazah yang janggal mengindikasikan adanya kemungkinan motif lain yang lebih kompleks.

“Yang paling mengganggu kami adalah ditemukannya cairan putih dalam jumlah cukup banyak di rahim korban, serta luka-luka yang mencurigakan. Ini harus didalami lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” tutup Pazri.

1,676 kali dilihat, 1,684 kunjungan hari ini
Editor: Fariz Fadillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *