OTOTEKNO

HMSI Serahkan Truk Hino 300 ke SMKN 5 Makassar, Cetak SDM Otomotif Siap Kerja untuk Industri Transportasi

HMSI Serahkan Truk Hino 300 ke SMKN 5 Makassar, Cetak SDM Otomotif Siap Kerja untuk Industri Transportasi. Foto: dok. Hino
HMSI Serahkan Truk Hino 300 ke SMKN 5 Makassar, Cetak SDM Otomotif Siap Kerja untuk Industri Transportasi. Foto: dok. Hino
apakabar.co.id, JAKARTA - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyerahkan satu unit Hino 300 beserta berbagai komponen kendaraan niaga kepada SMKN 5 Makassar sebagai media pembelajaran praktik bagi siswa jurusan otomotif.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Hino Indonesia Partnership School (HIPS) tersebut, para siswa kini dapat mempelajari teknologi kendaraan niaga secara lebih komprehensif dan aplikatif sesuai kebutuhan industri transportasi modern.

Tidak hanya mendapatkan unit kendaraan, sekolah juga menerima berbagai komponen penting truk yang dapat digunakan sebagai sarana praktik pembelajaran dan pengenalan teknologi terkini di sektor kendaraan komersial.

Presiden Direktur HMSI, Shingo Sakai, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri masa depan.

“Program HIPS menjadi salah satu upaya nyata Hino dalam menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri kendaraan niaga yang terus berkembang,” kata Sakai dalam keterangan persnya, Jumat (19/6).

Lebih lanjut, Hino percaya bahwa pendidikan memiliki peran besar dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja.

“Karena itu melalui program HIPS, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan generasi muda Indonesia yang unggul sesuai kebutuhan industri saat ini,” ujar Sakai.

Dengan adanya unit Hino 300 sebagai media praktik, siswa dapat mempelajari berbagai sistem kendaraan niaga modern.

Mulai dari mesin diesel common rail, sistem pengereman udara (air brake system), hingga teknologi kelistrikan yang banyak digunakan pada armada transportasi dan logistik nasional.

Program ini juga menjadi bagian dari implementasi konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Presiden Direktur Kumala Group, Erwin Tandiawan, menyatakan dukungan penuh terhadap program HIPS yang dinilai mampu membantu penyediaan tenaga kerja berkualitas untuk industri otomotif, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Hino Kumala sangat mendukung program HIPS yang dilakukan oleh HMSI bersama SMKN 5 Makassar sebagai solusi dalam penyediaan SDM yang unggul dan kompeten untuk perkembangan bisnis Hino di wilayah Indonesia Timur,” katanya.

Selain bantuan fasilitas pembelajaran, Hino dan SMKN 5 Makassar juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk membuka kelas industri Hino yang akan dimulai pada tahun ajaran 2026.

Sebanyak 20 siswa angkatan pertama akan mengikuti program tersebut dan mendapatkan pembelajaran yang dirancang sesuai standar industri kendaraan niaga.

Kepala SMKN 5 Makassar, Amar Bachti, menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap program HIPS dapat meningkatkan kualitas lulusan sekolah agar semakin siap memasuki dunia kerja.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Hino atas dukungan dan kepercayaannya dalam menetapkan SMKN 5 Makassar sebagai bagian dari program HIPS khususnya untuk wilayah Sulawesi. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi siswa sesuai kebutuhan bisnis Hino di Indonesia,” ungkap Amar.

Program Hino Indonesia Partnership School sendiri merupakan inisiatif berkelanjutan HMSI yang tidak hanya menghadirkan bantuan fasilitas praktik, tetapi juga mencakup pelatihan teknis, pengembangan kurikulum berbasis industri, sertifikasi kompetensi, hingga peningkatan kapasitas guru dan siswa.

Sebagai salah satu pemain utama di industri kendaraan niaga nasional, Hino menilai keberhasilan sektor transportasi dan logistik tidak hanya ditentukan oleh produk berkualitas, tetapi juga oleh ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten.

Karena itu, investasi pada pendidikan vokasi menjadi langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang siap kerja sekaligus mendukung pertumbuhan industri transportasi Indonesia di masa depan.

Training Division Head HMSI, Pieter Andre, menegaskan bahwa pengembangan talenta muda merupakan bagian penting dari visi jangka panjang perusahaan.

“Sejalan dengan perkembangan industri transportasi di Indonesia, kami berkomitmen membangun ekosistem pengembangan talenta muda yang kompeten dan siap kerja sehingga mampu melahirkan SDM Indonesia yang unggul, berintegritas, serta menjadi mitra terpercaya bagi pelanggan dan industri transportasi nasional,” tutup Pieter Andre.