OTOTEKNO

Isuzu Karawang Plant Tembus Produksi 300.000 Unit, Siap Perkuat Ekspor Kendaraan Komersial

Isuzu Karawang Plant Tembus Produksi 300.000 Unit, Siap Perkuat Ekspor Kendaraan Komersial. Foto: apakabar.co.id/DF
Isuzu Karawang Plant Tembus Produksi 300.000 Unit, Siap Perkuat Ekspor Kendaraan Komersial. Foto: apakabar.co.id/DF
apakabar.co.id, KARAWANG – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berhasil mencatat produksi kendaraan ke-300.000 kendaraan di Isuzu Karawang Plant, Jawa Barat.

Pencapaian tersebut diraih hanya dalam waktu satu dekade, sejak pabrik beroperasi pada 2015 lalu.

Torehan ini menjadi bukti konsistensi Isuzu dalam menghadirkan kendaraan komersial berkualitas yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

President Director PT IAMI, Masayasu Hideshima mengatakan, pencapaian produksi 300.000 unit di Isuzu Karawang Plant merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh karyawan, mitra bisnis, jaringan dealer, hingga dukungan pemerintah yang terus mendorong perkembangan industri otomotif nasional.

“Sejak mulai beroperasi pada 2015, pabrik ini telah berkembang menjadi fasilitas manufaktur berstandar global yang menjadi kebanggaan Indonesia sekaligus bagian penting dari jaringan produksi Isuzu dunia,” ujar Hideshima.” di Karawang, Senin (20/7).
Selama beroperasi, Isuzu Karawang Plant memproduksi berbagai kendaraan komersial andalan seperti Isuzu Traga, Isuzu ELF, dan Isuzu GIGA.

Selain itu, fasilitas tersebut juga dipercaya merakit kendaraan UD Trucks, yakni UD Quester dan UD Kuzer untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.

Dari seluruh model yang diproduksi, Isuzu Traga menjadi kontributor terbesar terhadap volume produksi pabrik.

Tidak hanya menjadi pusat produksi, Isuzu juga terus meningkatkan kandungan lokal pada setiap kendaraan yang diproduksi.

Saat ini tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Isuzu Traga telah mencapai 46,45 persen, disusul Isuzu GIGA sebesar 38,07 persen dan Isuzu ELF sebesar 33,04 persen.

Tingginya kandungan lokal tersebut memberikan dampak ekonomi yang luas.

Selain menyerap 884 tenaga kerja secara langsung di pabrik Karawang, penggunaan komponen lokal juga mendorong tumbuhnya industri pemasok nasional.

Ini juga turut mempercepat transfer teknologi agar mampu memenuhi standar manufaktur global Isuzu.

Kontribusi Isuzu terhadap industri otomotif Indonesia juga terlihat melalui aktivitas ekspor.

Sejak memulai ekspor pada 2019, kendaraan produksi Isuzu Karawang Plant telah dikirim ke 25 negara, termasuk Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama.

Keberhasilan ini semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi strategis kendaraan komersial Isuzu untuk pasar internasional.

Hideshima menyebut, pencapaian produksi 300.000 unit menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas manufaktur, memperluas ekspor, dan menghadirkan kendaraan komersial yang mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor bisnis.

 “Kepercayaan pelanggan, dukungan pemerintah, para pemasok, dealer, serta dedikasi seluruh karyawan menjadi pondasi utama yang memungkinkan kami mencapai pencapaian ini,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing manufaktur nasional, serta memperbesar kontribusi ekspor.

“Kami akan terus menghadirkan kendaraan komersial yang mampu menjadi mitra bisnis terbaik bagi pelanggan di Indonesia maupun pasar global,” tuturnya.

Ke depan, Isuzu juga memastikan akan terus mengembangkan teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan guna memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat di berbagai negara.