OTOTEKNO
Libur Sekolah Tiba, Simak Tips Road Trip Aman dan Nyaman Bersama Keluarga
apakabar.co.id, JAKARTA - Musim libur sekolah selalu identik dengan meningkatnya aktivitas perjalanan keluarga ke berbagai destinasi wisata. Mulai dari perjalanan antarkota hingga menjelajahi tempat-tempat wisata baru, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama banyak masyarakat Indonesia karena menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan lebih.
Namun, perjalanan jarak jauh tidak hanya membutuhkan perencanaan destinasi dan akomodasi. Kondisi kendaraan yang prima serta kebiasaan berkendara yang aman menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh anggota keluarga dapat menikmati perjalanan dengan nyaman dan selamat sampai tujuan.
Salah satu komponen kendaraan yang sering luput dari perhatian adalah ban. Padahal, ban merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisinya sangat menentukan stabilitas, kenyamanan, hingga keselamatan selama perjalanan.
Menjelang musim libur sekolah 2026, PT Bridgestone Tire Indonesia mengajak masyarakat untuk melakukan persiapan kendaraan secara menyeluruh dan menerapkan pola berkendara yang aman serta efisien selama melakukan road trip bersama keluarga.
Persiapkan Kendaraan Sebelum Berangkat
Sebelum memulai perjalanan, pengemudi disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, terutama pada bagian ban.
Tekanan angin ban harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Tekanan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi kenyamanan, efisiensi bahan bakar, hingga risiko kerusakan ban selama perjalanan.
Bagi pengguna kendaraan listrik (EV) maupun plug-in hybrid (PHEV), perhatian terhadap tekanan ban menjadi semakin penting karena bobot kendaraan yang cenderung lebih berat dibanding mobil konvensional.
Selain tekanan angin, periksa pula kedalaman alur ban. Secara umum, kedalaman tapak ban yang aman berada di atas batas minimum 1,6 mm. Alur ban yang cukup akan membantu menjaga daya cengkeram kendaraan, terutama saat melintasi jalan basah.
Jangan lupa memeriksa kondisi fisik ban untuk memastikan tidak terdapat benjolan, sobekan, retakan, ataupun benda tajam yang menancap pada permukaannya. Kerusakan kecil yang diabaikan dapat berkembang menjadi masalah serius saat kendaraan digunakan dalam perjalanan jauh.
Ban cadangan juga wajib mendapat perhatian. Pastikan kondisinya layak pakai dan tekanan anginnya sesuai standar. Jika kendaraan menggunakan tire repair kit, pengemudi perlu memahami cara penggunaannya sebelum menghadapi situasi darurat di jalan.
Khusus pengguna kendaraan listrik, perencanaan titik pengisian daya atau SPKLU juga perlu dilakukan sejak awal perjalanan agar tidak mengalami kendala ketika daya baterai mulai menipis.
Terapkan Gaya Berkendara yang Aman dan Efisien
Selain kondisi kendaraan, perilaku pengemudi juga berpengaruh besar terhadap keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.
Pengemudi disarankan menghindari akselerasi dan pengereman secara mendadak. Selain membuat konsumsi energi atau bahan bakar lebih boros, kebiasaan tersebut juga mempercepat keausan komponen kendaraan termasuk ban.
Pada kendaraan listrik dan hybrid, pengemudi perlu memahami karakteristik regenerative braking yang berbeda dengan sistem pengereman konvensional. Adaptasi terhadap sistem ini dapat membantu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga kenyamanan penumpang.
Kewaspadaan terhadap kondisi sekitar juga harus ditingkatkan, terutama ketika melintasi kawasan wisata, area permukiman, atau lokasi dengan aktivitas pejalan kaki dan pesepeda yang tinggi.
Jangan Abaikan Risiko Microsleep
Perjalanan panjang sering kali menyebabkan kelelahan tanpa disadari. Salah satu risiko terbesar saat road trip adalah microsleep, yaitu kondisi tertidur dalam waktu sangat singkat yang dapat berakibat fatal saat mengemudi.
Untuk menghindarinya, pengemudi dianjurkan menerapkan aturan istirahat setiap dua jam atau sekitar 200 kilometer perjalanan. Luangkan waktu untuk meregangkan tubuh, berjalan ringan, atau mengonsumsi makanan dan minuman yang cukup.
Jika rasa kantuk mulai muncul, jangan memaksakan diri untuk terus mengemudi. Beristirahat sejenak atau tidur singkat selama 15 hingga 20 menit terbukti menjadi cara efektif untuk mengembalikan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan.
Ketahui Langkah Darurat di Jalan
Meski sudah melakukan persiapan matang, kondisi darurat tetap dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, pengemudi perlu memahami langkah penanganan yang benar.
Apabila mengalami ban bocor atau kendaraan mogok, kurangi kecepatan secara bertahap dan cari lokasi aman untuk menepi. Setelah berhenti, nyalakan lampu hazard dan pasang segitiga pengaman pada jarak yang sesuai agar kendaraan lain dapat melihat keberadaan kendaraan dari jauh.
Bagi pengguna kendaraan listrik, prosedur penanganan kendaraan mogok memiliki aturan khusus. Kendaraan listrik sebaiknya menggunakan layanan towing atau derek gendong untuk menghindari kerusakan pada sistem penggerak dan komponen elektrifikasi. Penggunaan derek konvensional tidak disarankan kecuali sesuai petunjuk pabrikan.
Keselamatan Dimulai dari Persiapan
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan harus diimbangi dengan kesiapan kendaraan yang optimal.
Menurutnya, keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan pengemudi, tetapi juga pada kondisi kendaraan yang digunakan.
“Persiapan sederhana seperti memeriksa tekanan ban, memastikan kondisi tapak ban masih layak, hingga menjaga stamina selama perjalanan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan pengalaman liburan yang lebih nyaman,” imbuh Mukiat dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (15/6).
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH