OTOTEKNO
Usai Dipakai Mudik, Begini Cara Menjaga Ban Mobil Tetap Aman dan Nyaman saat Dikendarai
apakabar.co.id, JAKARTA - Setelah libur Lebaran usai, aktivitas kembali berjalan normal. Namun bagi pengguna kendaraan pribadi, ada satu hal penting yang sering terlewat: kondisi ban setelah dipakai perjalanan jauh saat mudik.
Melihat hal ini, Bridgestone Indonesia mengingatkan bahwa ban merupakan komponen vital yang bekerja paling keras selama perjalanan jarak jauh.
Mulai dari menempuh ratusan kilometer, menghadapi panas jalan, hingga membawa beban penuh, semuanya berdampak langsung pada kondisi ban.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa pengecekan ban setelah mudik bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah preventif yang sangat penting.
“Kondisi ban yang tidak segera diperiksa berpotensi menurunkan kenyamanan hingga meningkatkan risiko keselamatan saat kendaraan kembali digunakan sehari-hari,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Senin (6/4).
Selama perjalanan mudik, ban mengalami tekanan yang jauh lebih besar dibanding penggunaan normal.
Jarak tempuh panjang mempercepat keausan, sementara panas jalan dan durasi berkendara yang lama meningkatkan suhu ban.
Ditambah lagi dengan beban kendaraan yang biasanya lebih berat serta kondisi jalan yang beragam, mulai dari mulus hingga rusak, semua faktor tersebut dapat memengaruhi performa ban secara signifikan.
Karena itu, penting untuk mulai dari hal paling mendasar, yaitu memastikan tekanan angin ban kembali sesuai standar.
Tidak sedikit kasus di mana tusukan benda tajam tidak langsung terasa, namun perlahan mengurangi tekanan angin.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan panas berlebih hingga meningkatkan risiko pecah ban.
Selain itu, pengemudi juga perlu lebih jeli memperhatikan kondisi fisik ban, terutama pada bagian dinding samping.
Benjolan atau retakan halus sering kali menjadi tanda adanya kerusakan struktural akibat benturan atau panas berlebih.
Meski terlihat sepele, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat berdampak serius saat kendaraan digunakan kembali.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan pola keausan ban.
Keausan yang tidak merata bisa menjadi indikasi adanya masalah pada tekanan angin atau bahkan setelan roda.
Dalam kondisi seperti ini, melakukan spooring dan balancing menjadi langkah yang disarankan untuk mengembalikan stabilitas kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara.
Dengan melakukan pengecekan sejak dini, potensi kerusakan yang lebih besar bisa dicegah.
Tidak hanya itu, langkah sederhana ini juga membantu memperpanjang usia pakai ban serta menjaga performa kendaraan tetap optimal dalam aktivitas sehari-hari.
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH