NEWS
DPR Minta Kemenhut Segera Atasi Karhutla di Kalimantan
apakabar.co.id, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A Razak meminta Kementerian Kehutanan segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di Kalimantan dan memastikan agar dampaknya tidak meluas.
Pemerintah, kata dia, perlu memastikan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta aparat terkait memiliki langkah yang terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga penanganan ketika kebakaran terjadi.
"Kolaborasi dengan masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH), Brigade Manggala Agni, dan perusahaan-perusahaan yang punya alat pemadam api ringan (APAR) perlu dikoordinasikan dan diikutsertakan dalam mengatasi karhutla," kata Hanan di Jakarta, Kamis (20/8).
Ia juga meminta pemerintah memperkuat peran koordinasi dalam menghadapi dampak El Nino yang berpotensi meningkatkan kekeringan dan risiko karhutla.
Menurut ia, pemerintah perlu segera menghimpun data mengenai wilayah rawan, ketersediaan sumber air, hingga potensi dampak kebakaran.
Dorongan tersebut menjadi penting mengingat sejumlah daerah di Kalimantan telah terjadi kebakaran yang dapat meluas apabila tidak segera diatasi dalam unit kerja yang terkoordinasi dengan baik.
Hanan juga berharap koordinasi antarkementerian dan lembaga tidak berhenti pada rapat atau pembentukan posko, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.
Penguatan pencegahan, kesiapan personel dan peralatan, pengelolaan lahan gambut, pemantauan hotspot, serta respons cepat dinilai menjadi kunci agar karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Dengan potensi kemarau yang lebih kering dan ancaman El Nino, ia yakin sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha dan masyarakat akan mampu menekan risiko karhutla di Kalimantan.
Berdasarkan data per Rabu (19/8), kondisi udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memburuk drastis, bahkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) terpantau mencapai 487 dan masuk kategori berbahaya.
Pekatnya asap juga berdampak langsung terhadap jarak pandang. Visibilitas di sejumlah wilayah dilaporkan hanya sekitar 1,4 kilometer.
Situasi tersebut tidak lepas dari tingginya aktivitas karhutla di Kalimantan Tengah. Data yang sama mencatat sebanyak 1.795 titik panas terdeteksi di wilayah Kalteng.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

