NEWS
Kemenhub Fokus Cek Fasilitas Bandara dan Navigasi Pascagempa NTT
apakabar.co.id, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memeriksa fasilitas bandar udara dan navigasi penerbangan yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan keselamatan penerbangan dan kelancaran operasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menyatakan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah mitigasi melalui pemantauan menyeluruh terhadap fasilitas personel dan operasional penerbangan di wilayah terdampak.
"Ditjen (Direktorat Jenderal) Perhubungan Udara bersama penyelenggara bandar udara dan pelayanan navigasi penerbangan terus melakukan pemeriksaan serta pemantauan kondisi fasilitas, personel, dan operasional penerbangan di wilayah terdampak," kata Lukman dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu (16/8).
Dia menyampaikan berdasarkan informasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, gempa utama tercatat dengan magnitudo 7,0 pada pukul 05.58 WITA sekitar 38 km timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Selain itu, tercatat gempa magnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA dengan pusat gempa di laut sekitar 46 km timur laut Labuan Bajo, pada kedalaman 10 km.
Lukman menyebutkan saat ini, terdapat lima bandar udara yang dilaporkan terdampak, meliputi Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo; Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman – Ende; Bandar Udara Umbu Mehang Kunda – Waingapu; Bandar Udara Frans Sales Lega – Ruteng; dan Bandar Udara Soa – Bajawa.
"Kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya," ujarnya.
Di Bandar Udara Soa – Bajawa, lanjut Lukman mengatakan berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada runway dan sejumlah bangunan serta fasilitas pendukung, termasuk adanya retakan baru di beberapa titik.
Sementara itu, pada aspek pelayanan navigasi penerbangan, terdapat unit pelayanan yang terdampak, yaitu Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.
Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat.
Pada sejumlah lokasi, khususnya yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi untuk sementara dilaksanakan dari lokasi yang dinilai aman. Contingency plan juga disiapkan untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan pelayanan navigasi penerbangan.
"Ditjen Perhubungan Udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama," tegas Lukman.
Pemeriksaan kondisi fasilitas dan infrastruktur bandar udara serta fasilitas navigasi penerbangan terus dilakukan. Untuk kesiapan pengiriman bantuan ke masyarakat dilakukan dengan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).
Terkait perkembangan operasional penerbangan, masyarakat pengguna jasa transportasi udara di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pengelola bandar udara serta maskapai penerbangan.
Ia menegaskan Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.
"Informasi mengenai kondisi bandar udara, pelayanan navigasi penerbangan, serta perkembangan operasional penerbangan akan disampaikan lebih lanjut setelah hasil pemeriksaan dan asesmen terbaru diterima," ucap Lukman.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

