SPORT

Mojang Priangan dan Akademi Persib Juara Hydroplus Soccer League Bandung

Para juara HYDROPLUS Soccer League Bandung memperoleh hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp40 juta dan runner-up mendapatkan Rp20 juta. Foto: istimewa
Para juara HYDROPLUS Soccer League Bandung memperoleh hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp40 juta dan runner-up mendapatkan Rp20 juta. Foto: istimewa
apakabar.co.id, BANDUNG – Atmosfer penuh semangat dan persaingan ketat mewarnai pekan terakhir Hydroplus Soccer League Bandung yang berlangsung di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/5).

Kompetisi sepak bola putri yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Hydroplus tersebut resmi melahirkan dua kampiun baru, yakni Mojang Priangan di kategori U-15 dan Akademi Persib Bandung pada sektor U-18.

Kedua tim memastikan gelar juara setelah tampil impresif sepanjang musim sekaligus mengamankan tiket menuju Hydroplus Soccer League All-Stars di Kudus pada Juli 2026 mendatang.

Pada laga penentuan kategori U-15, Mojang Priangan tampil dominan saat menghadapi Setia Srikandi. Tim asuhan Imam Sujagad berhasil menang berkat empat gol yang diciptakan Nayla Aulianti (2, 18), Ranna Dzakira Silva (24), dan Fathin Rafifa Rabbani (44).

Kemenangan tersebut memastikan Mojang Priangan keluar sebagai juara kategori U-15 meski Goal Aksis juga meraih kemenangan 2-0 atas SSB Pindad pada pertandingan lainnya. Kedua tim sama-sama mengoleksi 46 poin, namun Mojang Priangan unggul produktivitas gol dengan torehan 91 gol dibandingkan 55 gol milik Goal Aksis.

Pelatih kepala Mojang Priangan, Imam Sujagad, mengaku bangga atas kerja keras para pemainnya sepanjang kompetisi berlangsung. Ia menyebut konsistensi dan mental bertanding menjadi kunci keberhasilan timnya.

“Persaingan musim ini sangat ketat. Kami selalu menanamkan kepada pemain untuk tampil maksimal dan terus mencetak gol di setiap pertandingan. Semua tim berkembang dan kualitas kompetisi semakin bagus,” ujar Imam.


Sementara itu, kapten tim Mojang Priangan, Nayla Aulianti, mengaku bahagia bisa membantu timnya meraih gelar juara. “Saya bangga karena latihan keras selama ini membuahkan hasil. Semoga kami bisa terus berkembang dan kembali meraih prestasi di kompetisi berikutnya,” ucapnya.

Di kategori U-18, Akademi Persib Bandung berhasil tampil sebagai juara setelah menaklukkan Goal Aksis dengan skor 3-1. Sempat tertinggal di babak pertama, Akademi Persib Bandung menunjukkan mental juara dengan bangkit pada babak kedua.

Tiga gol kemenangan dicetak oleh Keyra Az-zahra pada menit ke-43, Dwi Aprilia Harahap menit ke-65, dan Fatima Isya Daud menit ke-68. Hasil tersebut membuat Akademi Persib Bandung menutup kompetisi dengan koleksi 40 poin di puncak klasemen akhir.

Pelatih Akademi Persib Bandung U-18, Dian Nadia Mutiara, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski masih ada sejumlah evaluasi yang harus dilakukan. “Kami harus lebih siap sejak menit awal pertandingan. Babak pertama tadi pemain sempat kurang fokus, tetapi mereka mampu bangkit dan menunjukkan karakter permainan di babak kedua,” ujar Dian.

Selain trofi juara, para kampiun kategori U-15 dan U-18 juga mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp40 juta. Sementara tim runner-up memperoleh hadiah Rp20 juta.

Hydroplus Soccer League sendiri menjadi kompetisi sepak bola putri berjenjang yang digelar di empat kota, yakni Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Kudus sejak Oktober 2025. Kompetisi ini diikuti oleh 50 tim kategori U-15 dan 27 tim kategori U-18.

Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan kompetisi ini hadir sebagai wadah pembinaan lanjutan bagi pesepak bola putri muda Indonesia setelah sebelumnya diperkenalkan melalui MilkLife Soccer Challenge.

“Hydroplus Soccer League menjadi ruang kompetitif bagi para pemain muda putri untuk mendapatkan jam terbang rutin dan terus mengembangkan kemampuan mereka melalui sistem liga,” ujar Teddy.

Menurutnya, liga ini juga memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem sepak bola putri nasional yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Pekan terakhir Hydroplus Soccer League Bandung turut disaksikan langsung oleh Pelatih 

Kepala Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, bersama sejumlah pemain Timnas Putri Senior. Satoru menilai kompetisi ini sangat penting untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia karena mampu melahirkan banyak pemain potensial.

“Saya melihat banyak pemain berbakat muncul dari kompetisi ini. Mereka memiliki kesempatan bertanding secara rutin sehingga perkembangan kemampuan mereka sangat baik,” ujar Satoru.


Kapten Timnas Putri Indonesia, Shafira Ika Putri Kartini, juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan sepak bola putri Indonesia yang kini semakin kompetitif.

“Dulu saat saya seusia mereka belum ada kompetisi seperti ini. Sekarang sepak bola putri berkembang sangat baik dan saya berharap ke depan semakin banyak pemain hebat lahir untuk Indonesia,” kata Shafira.

Sepanjang kompetisi berlangsung, sejumlah nama muda berhasil mencuri perhatian, di antaranya Amanda Fitriani dan Kazumi Zalfa Arrobi Nurlan dari Goal Aksis yang mendapat kesempatan mengikuti training camp bersama Timnas Putri Indonesia U-17 di Clairefontaine, Prancis, awal Mei lalu. Selain itu, pemain Mojang Priangan Nafeeza Ayasha Nori juga menjadi salah satu yang ada di dalam skuad tersebut.

Usai menjuarai Hydroplus Soccer League Bandung, Mojang Priangan dan Akademi Persib Bandung kini bersiap menghadapi Hydroplus Soccer League All-Stars di Kudus yang akan mempertemukan para juara dan runner-up terbaik dari empat kota penyelenggara, Surabaya, Jakarta, dan Kudus.