NEWS

Pesawat ATR Yogya-Makassar Putus Kontak di Langit Maros

ILUSTRASI pesawat ATR. Foto: unsplash.com
ILUSTRASI pesawat ATR. Foto: unsplash.com
apakabar.co.id, JAKARTA – Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT dinyatakan dalam status darurat setelah kehilangan kontak komunikasi saat menjalani fase pendekatan pendaratan ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros, yang kini juga dijadikan lokasi posko Basarnas terdekat.

“Ya, target pencarian berada di sana," kata Lukman dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/1). 

Ia menjelaskan pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penyisiran udara menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan bergerak pada pukul 16.25 WITA.

Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), pemegang Air Operator Certificate (AOC) 034. Pesawat berangkat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Menurut Lukman, berdasarkan kronologi yang diterima Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pada pukul 04.23 UTC, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21.

“Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga ATC memberikan arahan ulang kepada awak pesawat,” kata Lukman.
ATC kemudian menyampaikan sejumlah instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Namun, setelah penyampaian arahan terakhir, komunikasi dengan pesawat terputus.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC Makassar mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan keselamatan penerbangan. AirNav Indonesia Cabang MATSC segera berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros untuk mendukung langkah pencarian dan pertolongan. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar juga telah menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.

“Jumlah orang di dalam pesawat dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang,” ujar Lukman.

Ia menambahkan informasi awal kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar delapan kilometer dengan cuaca relatif berawan. “Detail dan konfirmasi lanjutan masih dalam koordinasi dengan BMKG,” ucapnya.

Hingga kini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

Berikut data manifes penumpang dan kru pesawat:

1. Capt Andy Dahananto
2. SIC FO Yudha Mahardika
3. XCU Capt Sukardi
4. Foo Hariadi
5. EOB Franky D Tanamal
6. EOB Junaidi
7. FA Florencia Lolita
8. FA Esther Aprilita S

Penumpang:
1. Deden
2. Ferry
3. Yoga