NEWS

NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

apakabar.co.id, JAKARTA - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai kemungkinan bencana usai kejadian gempa kuat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

"NTB merupakan daerah yang rentan terhadap gempa, maka kami harus meningkatkan kesiapsiagaan," ujarnya di Mataram seperti dilansir Antara, Minggu (16/8).

Pemprov NTB segera menerbitkan surat edaran kepada seluruh bupati dan wali kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana di wilayah masing-masing.

Surat edaran peningkatan kesiapsiagaan tersebut penting dilakukan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Iqbal meminta warga tetap tenang dalam menyikapi informasi mengenai potensi gempa susulan atau gempa di wilayah Nusa Tenggara Barat setelah gempa besar terjadi di Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026.

Menurut dia, gempa yang terjadi di Flores tidak secara otomatis memicu gempa di Nusa Tenggara Barat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iqbal berkomunikasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Walau berada dalam sistem tektonik yang sama, tetapi tidak dengan sendirinya kalau terjadi di Flores, terus terjadi di NTB. Seperti halnya gempa di Lombok, NTB, pada tahun 2018, tidak menular dengan sendirinya ke NTT," ucap Gubernur Iqbal.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah total korban meninggal dunia akibat gempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 47 orang.
BNPB mencatat total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit, dan rusak ringan 148 unit.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah lima unit, kantor enam unit, dan sejumlah fasilitas umum lain.

Ahli Geologi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Aji Syailendra mengatakan wilayah Nusa Tenggara memiliki aktivitas tektonik tinggi karena dipengaruhi berbagai struktur sesar aktif, termasuk Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores.

Struktur patahan itu memanjang sejauh ratusan kilometer di dasar laut dari utara Flores, Sumbawa, Lombok hingga kawasan Bali. Sistem Sesar Naik Busur Belakang Flores memiliki potensi gempa sekitar 7,8 sampai 7,9 magnitudo.