EKBIS
CORE Minta Prioritaskan Penciptaan Lapangan Kerja yang Berkualitas
apakabar.co.id, JAKARTA - CORE Indonesia menegaskan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas harus menjadi prioritas kebijakan pemerintah, menyusul rilis terbaru data ketenagakerjaan yang menunjukkan angka pengangguran yang masih relatif tinggi.
Ekonom dan peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy memaparkan meski jumlah pengangguran menurun, kualitas penyerapan tenaga kerja belum membaik signifikan.
Hal ini tercermin dari masih besarnya proporsi pekerja di sektor informal yang umumnya memiliki upah lebih rendah, produktivitas terbatas, serta minim perlindungan sosial. Perlambatan pertumbuhan upah juga menjadi sinyal yang perlu diperhatikan.
“Namun, penciptaan tersebut perlu diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki daya serap besar dan kualitas pekerjaan yang lebih baik,”“Namun, penciptaan tersebut perlu diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki daya serap besar dan kualitas pekerjaan yang lebih baik,” katanya di Jakarta, Jumat (7/2).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak pekerja baru terserap di sektor dengan upah relatif rendah, sehingga kualitas pasar kerja belum mengalami perbaikan berarti.
Selain memperkuat sektor manufaktur yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sektor jasa pariwisata juga dinilai memiliki potensi besar sebagai pelengkap.
“Di saat yang sama, pemerintah perlu memastikan penguatan keterampilan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan kedua sektor tersebut, serta menyelesaikan berbagai hambatan struktural yang menghambat investasi, produktivitas, dan ekspansi usaha,” tuturnya.
Dengan demikian, ia menambahkan penurunan pengangguran tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga diikuti oleh peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kerja.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada November 2025, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat sebanyak 7,35 juta orang, turun sekitar 109 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk yang termasuk kategori angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,91 juta telah bekerja, sementara sisanya masih berstatus pengangguran.
Adapun, penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 85,35 juta orang (57,70 persen), sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 62,57 juta orang (42,30 persen).
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

