NEWS
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban
apakabar.co.id, JAKARTA - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan masjid mestinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga harus memakmurkan jamaah dan menjadi pusat peradaban.
“Selama ini kita hanya berbicara memakmurkan masjid. Padahal masjid juga harus memakmurkan jamaahnya. Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pengembangan ekonomi, dan kemajuan masyarakat,” kata JK, sapaannya, dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Selasa (16/6).
Hal itu disampaikan JK saat memberikan sambutan pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Bandung, Jawa Barat.
Menurut JK, kemajuan peradaban sangat bergantung kepada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu masjid perlu berperan aktif mendorong pendidikan dan kewirausahaan.
“Peradaban dibangun oleh ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan berusaha. Tanpa itu, sulit bagi umat untuk maju dan beradab,” ucapnya.
JK juga mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang merupakan seorang pedagang sebelum kemudian diangkat menjadi seorang Nabi. Menurut JK, semangat berusaha dan berdagang adalah bagian dari teladan Nabi Muhammad SAW yang perlu dihidupkan kembali di tengah masyarakat.
“Rasulullah lebih lama menjadi pedagang daripada masa kenabiannya. Karena itu semangat berusaha dan bekerja keras juga merupakan bagian dari sunnah yang harus dicontoh,” kata mantan Wakil Presiden (Wapres) RI itu.
Peran pendamping Nabi Muhammad SAW yaitu Siti Khadijah juga menjadi contoh yang diangkat oleh JK terkait peran perempuan.
“Kalau tidak ada Siti Khadijah yang mendukung dan membiayai perjuangan Rasulullah, tentu dakwah Islam tidak akan mudah berkembang. Karena itu peran ibu-ibu sangat penting dalam kemajuan umat,” ucap JK.
Dalam penutup sambutannya JK juga menegaskan makna Tahun Baru Hijriah yang mestinya menjadi momentum evaluasi diri, peningkatan kualitas ibadah, kualitas pendidikan, dan membangun kemandirian ekonomi umat.
“Makna Tahun Baru Hijriah bukan sekadar perayaan, tetapi momentum evaluasi dan perbaikan diri agar umat Islam semakin maju, berilmu, dan sejahtera,” pungkasnya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY
