NEWS

Demak Dilanda Kekeringan, 30.000 Liter Air Bersih Disalurkan

BPBD Demak ketika melakukan droping air di sebuah desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada musim kemarau. Foto: ANTARA
BPBD Demak ketika melakukan droping air di sebuah desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada musim kemarau. Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sebanyak 30.000 liter air bersih telah disalurkan untuk mengatasi dampak krisis air akibat musim kemarau di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bantuan air bersih dikirimkan setelah bencana kekeringan mulai merambah kawasan tersebut sejak Rabu (22/7).

"Penurunan ketersediaan sumber air bersih mulai dirasakan warga di wilayah Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Demak, yang kini membutuhkan pasokan darurat," katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/7).
Abdul Muhari memaparkan kekurangan pasokan air bersih tersebut berdampak langsung pada sedikitnya 500 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.700 jiwa yang bermukim di Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi kondisi tersebut mengakibatkan ratusan keluarga di Desa Kalitengah, Mranggen mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok air bersih harian.

Merespons kondisi tersebut, Abdul Muhari menyebutkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak segera menerjunkan armada tangki guna mendistribusikan bantuan air secara langsung kepada masyarakat.

Selain penanganan langsung ke pemukiman warga, petugas BPBD juga mengisikan pasokan air bersih ke tandon-tandon penampungan air umum yang telah disiapkan di titik lokasi terdampak.

"Total bantuan air bersih yang disalurkan mencapai 30 ribu liter atau setara dengan enam armada tangki air," jelasnya.