NEWS

DPR Minta Tindakan Polri Adil dan Tanpa Pandang Bulu

Kapolri Listyo Sigit menerbitkan Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2025. Foto: ANTARA
Kapolri Listyo Sigit menerbitkan Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2025. Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra meminta agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan tindakan penegakan hukum yang semakin adil tanpa pandang bulu dalam momen Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara.

Menurut dia, Polri perlu terus mengedepankan prinsip equality before the law atau kesamaan di hadapan hukum, kepada siapapun yang berurusan dengan hukum.

"Saya berharap Korps Bhayangkara senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, menegakkan keadilan serta makin profesional, modern, transparan, dan dicintai seluruh rakyat Indonesia,” kata Tandra dalam keterangan di Jakarta, Rabu (1/7).
Dia mengatakan penuntasan kasus-kasus besar, pemberantasan judi online (judol), peredaran narkoba hingga kejahatan siber, menjadi tolok ukur utama bagi masyarakat dalam menilai profesionalisme Polri.

Menurut dia, Polri kini dihadapkan pada tantangan era modern yang membutuhkan penanganan ekstra. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polri juga harus menangani urusan-urusan kejahatan dalam bentuk baru.

"Polri dihadapkan pada tantangan baru berupa perkembangan teknologi digital, maraknya kejahatan siber, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kejahatan lintas negara hingga penyebaran disinformasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa," ujarnya.
Untuk itu, dia mendorong agar Polri meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguatan profesionalisme serta kolaborasi yang erat dengan seluruh elemen masyarakat.

Dia mengatakan penguatan internal, pengawasan kode etik serta peningkatan kesejahteraan personel di garda terdepan juga harus tetap menjadi prioritas.

Tandra pun menilai momentum HUT Ke-80 Bhayangkara ini menjadi titik balik penting untuk mengevaluasi kinerja kepolisian di tengah dinamika sosial-politik yang kian kompleks.