NEWS

Peminat Program Balik Kerja BPKH Melonjak 9 Kali Lipat

Sejumlah peserta mengikuti pelepasan Program Balik Kerja Bareng Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) 2026 di kawasan De Tjolomadoe, Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/3).  Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
Sejumlah peserta mengikuti pelepasan Program Balik Kerja Bareng Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) 2026 di kawasan De Tjolomadoe, Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/3). Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
apakabar.co.id, SOLO - Antusiasme masyarakat untuk mengikuti program balik kerja bareng BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) 2026 naik menjadi 9 kali lipat. Jumlah pendaftar bahkan meningkat hingga sembilan kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menyebut Kota Solo menjadi wilayah dengan jumlah pendaftar terbanyak pada program tahun ini. 

“Untuk Solo ini istimewa, karena pendaftarnya paling banyak. Kuota yang bisa kami tampung hanya 675 orang, tetapi yang mendaftar mencapai lebih dari 11.000 orang. Artinya naik sampai sembilan kali lipat, luar biasa,” ujar Sulistyowati usai pelepasan peserta di De Tjolomadoe, Selasa (24/3).


Lonjakan peminat tersebut mendorong BPKH untuk melakukan evaluasi program, termasuk kemungkinan menambah jumlah bus maupun memperluas kota pelaksanaan ke depan.

"Jadi memang selalu ada kenaikan. Kemarin-kemarin masing-masing kota kita kasih 10 bus. Ini udah kita tambahin jadi 15 bus aja, masih kurang. Kita launching jam 10 pagi, sore udah habis," sambungnya.

Menurut Sulistyowati ada persyaratan khusus bagi para peserta yang mengikuti program ini. Utamanya adalah mereka yang mempunyai pekerjaan di Jakarta dan melampirkan kartu identitas pegawai. 

"Kebanyakan ada cleaning service, OB, karyawan pabrikan, hingga pekerja kantoran juga banyak. Itu memang harus mempunyai kerja tetap di Jakarta. Jadi bukan di sana bukan pengangguran cari kerja," terangnya.


Program balik kerja ini sendiri sudah terselenggara di 4 kota. Jika kemarin pada tanggal 23 Maret sudah terselenggara di Lampung dan Jogja, kemudian hari ini tanggal 24 Maret terselenggara di Solo dan juga di Surabaya. 

"Ini bagian dari kemaslahatan kami BPKH untuk memberikan manfaat kepada masyarakat," tandasnya.