LIFESTYLE

Tiga Aroma Rumah Tangga yang Jadi Tanda Bahaya Kedepan

Ilustrasi seorang mencium bau tidak sedap di rumah. Foto: style.yahoo.com
Ilustrasi seorang mencium bau tidak sedap di rumah. Foto: style.yahoo.com
apakabar.co.id, JAKARTA – Rumah kita biasanya dipenuhi aroma yang sudah akrab di hidung: masakan dari dapur, wangi cucian bersih, atau produk pembersih. Namun, ketika bau yang tidak biasa tiba-tiba tercium, banyak orang memilih mengabaikannya, mengira baunya berasal dari luar rumah atau akan hilang dengan sendirinya.

Padahal, para ahli mengingatkan bahwa beberapa bau di dalam rumah bukan sekadar gangguan penciuman, melainkan bisa menjadi tanda peringatan dini adanya masalah serius. Jika diabaikan, bau-bau ini dapat memicu kerusakan jangka panjang pada rumah, biaya perbaikan yang mahal, hingga risiko keselamatan dan kesehatan penghuninya.

“Kita semua tahu harus bertindak cepat jika mencium bau gas atau saluran pembuangan. Namun, ada aroma lain yang tak kalah berbahaya dan sering diabaikan,” kata sejumlah pakar rumah tangga.


Berikut tiga aroma rumah tangga yang menurut para ahli tidak boleh dianggap sepele, beserta maknanya:

1. Bau Amis atau Logam
Jika Anda mencium bau amis atau seperti logam di dalam rumah, dan tidak sedang memasak ikan, ini bisa menjadi tanda masalah serius pada sistem kelistrikan.

Bau seperti ini sering muncul ketika kabel, stopkontak, atau soket listrik mengalami panas berlebih. 

Bahan kimia dalam isolasi kabel dapat mengeluarkan aroma menyerupai ikan saat mulai rusak. Dalam kondisi tertentu, ini dapat meningkatkan risiko korsleting dan kebakaran listrik.

Apa yang harus dilakukan:
-Segera matikan dan cabut semua peralatan listrik yang baru digunakan. 

-Hindari menggunakan stopkontak, sakelar, atau kabel ekstensi yang terasa hangat. 

-Hubungi teknisi listrik profesional.

“Jangan mencoba memperbaiki sendiri masalah kelistrikan. Selalu serahkan pada teknisi yang berkualifikasi,” ujar Ben Rawson, pakar pemanas listrik dari Electric Radiators Direct.

2. Bau Terbakar
Bau terbakar di rumah sering langsung diasosiasikan dengan bahaya. Namun, tidak semua bau ini berasal dari kebakaran. Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah radiator atau pemanas yang lama tidak digunakan.

Debu dan kotoran dapat menumpuk di ventilasi dan komponen pemanas. Saat alat tersebut dinyalakan kembali, debu akan “terbakar” dan menimbulkan bau hangus yang menyengat.

Selain itu, kebiasaan merokok atau menggunakan vape di dalam rumah juga bisa memperparah kondisi ini. Nikotin dan zat kimia lainnya dapat menempel pada permukaan radiator dan kipas angin, lalu mengeluarkan bau gosong saat dipanaskan.

Apa yang harus dilakukan:
-Bersihkan radiator sebelum digunakan, terutama setelah lama tidak menyala.

-Cabut alat dari listrik dan pastikan sudah dingin.
-Gunakan penyedot debu, kemoceng, atau kain kering untuk membersihkan ventilasi.
-Lap bagian luar dengan kain mikrofiber dan air hangat.
-Jika bau terbakar tidak hilang, semakin kuat, atau disertai lampu berkedip dan korsleting, segera hubungi teknisi listrik.


3. Bau Apak
Bau apak sangat umum terjadi, terutama di musim hujan atau saat cuaca dingin ketika jendela jarang dibuka. Meski terkesan sepele, bau ini sering menjadi tanda kelembapan berlebih atau pertumbuhan jamur.

“Jamur dan kelembapan yang dibiarkan bisa merusak struktur rumah dan memicu masalah kesehatan, terutama gangguan pernapasan,” ujar Rawson.

Kelembapan yang tidak ditangani juga dapat merusak dinding, langit-langit, hingga perabot rumah.

Apa yang harus dilakukan:
-Cari dan atasi sumber masalah, seperti kebocoran atau kondensasi. 

-Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berjamur. 

-Bersihkan permukaan dengan campuran air dan cuka putih.

-Buka jendela secara rutin untuk meningkatkan sirkulasi udara.

-Pastikan rumah memiliki ventilasi yang baik dan pemanasan yang merata.

-Untuk area yang luas atau jamur yang terus muncul, disarankan memanggil tenaga profesional.

Jangan Abaikan Sinyal dari Indra Penciuman

Pada akhirnya, para ahli menegaskan bahwa bau adalah sinyal penting dari kondisi rumah kita. Jika aroma baru muncul secara tiba-tiba, baik menyengat maupun samar, sebaiknya segera cari sumbernya.

“Mengabaikan bau bisa berarti mengabaikan masalah yang lebih besar di baliknya,” kata Rawson.