NEWS

Jusuf Kalla Dinilai Dapat Bantu Meredakan Konflik Timur Tengah

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla. Foto: Muhammadiyah
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla. Foto: Muhammadiyah
apakabar.co.id, JAKARTA - Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 Jusuf Kalla dinilai dapat menjadi negosiator untuk meredakan konflik di kawasan Timur Tengah. Sebab, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dengan sekutunya melawan Iran terus meningkat.

"Pak Jusuf Kalla punya track record yang bagus untuk mediasi internasional saya rasa," kata pakar hubungan internasional Universitas Andalas, Sumatera Barat dikutip Antara, Rabu (1/4).

Hal tersebut diungkapkan merespons kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di kediaman Jusuf Kalla. Hal itu bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk membantu meredakan konflik lewat kepiawaian Jusuf Kalla berdiplomasi.
Pengalaman Jusuf Kalla, kata Maryam, dinilai dalam mendamaikan beberapa konflik seperti Aceh dan konflik lainnya bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemerintah. Namun, meskipun sosok Jusuf Kalla mempunyai potensi untuk menjadi negosiator, ia tidak dalam posisi yang strategis.

"Pak JK punya potensi, tapi posisinya tidak strategis," kata dosen dengan fokus kajian Timur Tengah tersebut.
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengatakan Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, seharusnya memiliki sikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran, terutama jika negara tersebut diserang.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat era Presiden Megawati Soekarnoputri itu menyebut Indonesia perlu menunjukkan keberpihakan terhadap negara yang menjadi korban serangan. Sikap tersebut penting agar Indonesia tetap konsisten dalam mendorong kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia dan dunia Islam.