LIFESTYLE

Konsumsi Aspirin Setiap Hari Berbahaya, Dokter: Risikonya Bisa Fatal

Ilustrasi minum obat aspirin. Foto: mainlinehearth
Ilustrasi minum obat aspirin. Foto: mainlinehearth
apakabar.co.id, JAKARTA – Dokter spesialis jantung memperingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi aspirin setiap hari, yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai cara sederhana untuk melindungi jantung, ternyata dapat membawa risiko serius dan bahkan mengancam jiwa bagi sebagian orang.

Aspirin, obat penghilang rasa sakit yang ditemukan pada akhir abad ke-19 dan dijual bebas di banyak negara, telah lama diresepkan sebagai terapi pencegahan penyakit jantung. 

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaat aspirin harian jauh lebih terbatas pada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke.

Menurut laporan MailOnline, diperkirakan lebih dari dua juta orang di Inggris mengonsumsi aspirin setiap hari, baik atas resep dokter maupun inisiatif sendiri. Aspirin memang berfungsi sebagai pengencer darah yang dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. 


Akan tetapi, bagi orang tanpa gangguan jantung atau peredaran darah, manfaat tersebut dinilai tidak sebanding dengan risiko efek sampingnya.

Berdasarkan panduan terbaru National Health Service (NHS) Inggris, konsumsi aspirin dosis rendah dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan pendarahan, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Efek samping yang lebih serius meliputi pendarahan lambung, pendarahan usus, hingga pendarahan otak. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat berujung fatal.

Laporan MailOnline menyebutkan bahwa pada awal 2000-an—saat resep aspirin berada di puncaknya—obat ini diduga berkontribusi terhadap sekitar 7.000 kematian per tahun di Inggris, sebagian besar akibat pendarahan internal.

Kekhawatiran tersebut mendorong perubahan besar dalam pedoman medis. Pada 2021, panduan resmi diperbarui dengan menegaskan bahwa aspirin harian hanya boleh dikonsumsi jika direkomendasikan dokter. Kemudian pada 2023, dokter umum di Inggris diminta untuk tidak lagi meresepkan aspirin secara rutin kepada pasien yang belum pernah mengalami serangan jantung atau stroke.

Meski demikian, NHS tetap merekomendasikan aspirin harian bagi pasien yang pernah mengalami serangan jantung atau stroke, atau mereka yang secara khusus disarankan oleh dokter. 

Pasien dalam kelompok ini juga diimbau tidak menghentikan konsumsi aspirin secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.

Sebuah studi tahun 2019 dari National Heart and Lung Institute Inggris menyimpulkan bahwa manfaat aspirin harian bagi orang tanpa penyakit jantung bawaan tergolong “terbatas”, sementara risiko pendarahan internal justru meningkat secara signifikan.

Profesor Malcolm Finlay, konsultan kardiolog di Barts Heart Centre, London, menegaskan bahwa aspirin masih bermanfaat bagi pasien tertentu, namun berisiko bagi yang lain.

“Bagi pasien yang pernah mengalami serangan jantung atau stroke, masih ada alasan kuat untuk mengonsumsi aspirin setiap hari. Tetapi bagi orang lain, manfaatnya sangat kecil,” kata Finlay.

Ia menekankan bahwa efek samping aspirin bukan hal ringan. “Efek samping ini bukan main-main. Anda bisa mengalami pendarahan di lambung yang menimbulkan nyeri hebat selama beberapa hari. Jika pendarahan terjadi di otak, itu bisa mengancam jiwa,” ujarnya.

Finlay bahkan mengungkapkan pengalaman pribadinya pernah mengalami pendarahan lambung hebat saat mengonsumsi aspirin untuk mengatasi cedera punggung. 

Tidak Aman Dikombinasikan Jangka Panjang
Dalam praktiknya, dokter umum kerap meresepkan obat pelindung lambung seperti omeprazol atau lansoprazol bersamaan dengan aspirin. Namun menurut Profesor Finlay, kombinasi ini juga tidak ideal jika digunakan jangka panjang. 

“Aspirin dan obat antasida seperti omeprazol tidak boleh dikonsumsi terus-menerus. Ada alasan kuat mengapa NHS tidak lagi merekomendasikan penggunaan aspirin secara luas. Saat ini, kita memiliki terapi kardiovaskular yang jauh lebih baik dengan efek samping yang lebih minimal,” jelasnya.


Menurut NHS, efek samping umum aspirin dapat terjadi pada lebih dari 1 dari 100 orang, di antaranya:

1. Gangguan pencernaan dan nyeri lambung

2. Mudah memar atau mimisan

3. Mual dan muntah

Efek samping serius yang memerlukan perhatian medis segera meliputi:

1. Batuk atau muntah darah

2. Darah dalam tinja atau urine

3. Kulit atau mata menguning (tanda gangguan hati)

4. Nyeri sendi akibat peningkatan asam urat

5. Pembengkakan tangan atau kaki akibat retensi cairan

Dalam kondisi darurat, seperti reaksi alergi berat (anafilaksis) atau mengi parah—terutama pada penderita asma—pasien harus segera mendapatkan pertolongan medis.

NHS juga menegaskan bahwa aspirin tidak boleh diberikan kepada anak di bawah 16 tahun, kecuali atas resep dokter. Aspirin pada anak dapat memicu sindrom Reye, kondisi langka namun sangat berbahaya yang menyebabkan kerusakan hati dan otak.