NEWS

Thomas Djiwandono, Dari Wartawan hingga Kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia

Thomas Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan putra pertama dari Soedradjad Djiwandono, Gubernur BI periode 1993–1998.
Arsip foto - Thomas Djiwandono saat dipanggil Presiden Prabowo Subianto dalam pengumuman menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Foto: ANTARA
Arsip foto - Thomas Djiwandono saat dipanggil Presiden Prabowo Subianto dalam pengumuman menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA — Komisi XI DPR RI menyepakati penunjukan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia akan menggantikan Juda Agung yang resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat musyawarah Komisi XI DPR RI yang digelar di Jakarta, Senin (26/1). Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, penetapan Thomas dilakukan melalui proses musyawarah mufakat yang kemudian disahkan dalam rapat internal komisi.

“Telah dilakukan kesepakatan melalui musyawarah mufakat dan kemudian dalam rapat internal di Komisi XI, diputuskan menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Thomas Djiwandono,” ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1).

Menurut Misbakhun, hasil keputusan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (27/1). Dalam rapat tersebut, pimpinan DPR akan diminta memberikan persetujuan resmi sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam undang-undang.

Penunjukan Thomas Djiwandono menjadi bagian dari proses pengisian jabatan Deputi Gubernur BI yang kosong setelah pengunduran diri Juda Agung

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo telah menyampaikan tiga nama calon Deputi Gubernur BI kepada Presiden Prabowo Subianto pada 14 Januari 2026, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro. Presiden kemudian meneruskan usulan tersebut kepada DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.

Latar Belakang dan Profil
Thomas Djiwandono lahir pada 7 Mei 1972 di Jakarta. Ia merupakan putra pertama dari Soedradjad Djiwandono, Gubernur BI periode 1993–1998. Dari garis keluarga, dunia ekonomi dan kebijakan moneter bukan hal asing baginya. Ibunya, Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, merupakan kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Thomas tidak langsung menempuh jalur pendidikan ekonomi. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Sejarah di Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat. 

Saat masih kuliah, ia sempat menjalani magang sebagai wartawan di Majalah Tempo pada 1993. Setelah lulus pada 1994, ia bekerja sebagai wartawan di Indonesia Business Weekly.

Kariernya di dunia keuangan dimulai pada 1996 ketika ia menjadi analis di perusahaan jasa keuangan dan sekuritas Whetlock NatWest Securities di Hong Kong hingga 1999. Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai konsultan di Castle Asia, Jakarta.

Thomas kemudian melanjutkan pendidikan magister di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington DC, dengan fokus pada Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional. Ia meraih gelar Master pada 2003.

Pada 2004, Thomas bergabung dengan PT Comexindo International, perusahaan dagang internasional yang berada di bawah Arsari Group. Selama sekitar dua dekade, ia menempati berbagai posisi strategis, mulai dari Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi CEO, hingga CEO pada periode 2010–2024. Ia juga menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group sejak tahun 2011.

Selain berkiprah di dunia usaha, Thomas juga aktif di bidang politik. Ia menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2014, namun telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai per 31 Desember 2025.

Pada masa transisi pemerintahan 2024, Thomas bergabung dalam Tim Gugus Sinkronisasi Bidang Ekonomi dan Keuangan. Ia kemudian dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 dan tetap menjabat hingga era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, DPR berharap penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dapat terus terjaga di tengah tantangan perekonomian nasional dan global.