LIFESTYLE
Rahasia Super-Ager: Awet Muda hingga Usia 80 Tahun
apakabar.co.id, JAKARTA – Di usia 70 atau bahkan 80 tahun, sebagian orang masih tampak segar, aktif, dan bugar layaknya mereka yang berusia 50-an. Kelompok ini kerap disebut sebagai “super-ager”, individu yang menua lebih lambat dibandingkan kebanyakan orang seusianya, baik secara fisik maupun kognitif.
Fenomena ini bukan sekadar soal keberuntungan genetik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup memainkan peran besar dalam menentukan bagaimana seseorang menua. Dari pola makan hingga kebiasaan bergerak, para super-ager memiliki kesamaan yang menarik.
1. Pola Makan Sederhana, Minim Olahan
Mayoritas super-ager mengonsumsi makanan utuh dan minim proses. Sayuran hijau, buah segar, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, serta lemak sehat seperti minyak zaitun menjadi bagian utama menu harian mereka.
Mereka cenderung membatasi gula tambahan, makanan ultra-proses, serta konsumsi berlebihan daging olahan. Pola makan seperti ini sering dikaitkan dengan diet Mediterania yang terbukti mendukung kesehatan jantung dan otak.
Asupan antioksidan dari buah dan sayur berwarna cerah membantu melawan stres oksidatif — salah satu faktor utama penuaan sel.
2. Bergerak Setiap Hari, Bukan Hanya Olahraga Berat
Menariknya, para super-ager tidak selalu rutin pergi ke pusat kebugaran. Sebaliknya, mereka aktif secara konsisten sepanjang hari.
Berjalan kaki, berkebun, menaiki tangga, membersihkan rumah, atau aktivitas fisik ringan lainnya dilakukan secara rutin. Aktivitas ini membantu menjaga massa otot, kepadatan tulang, dan kesehatan metabolik.
Penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kronis, terlepas dari seberapa sering seseorang berolahraga. Para super-ager cenderung menghindari gaya hidup sedentari.
3. Menjaga Kesehatan Otak dan Hubungan Sosial
Awet muda bukan hanya soal fisik. Banyak super-ager tetap aktif secara mental dan sosial. Mereka gemar membaca, belajar hal baru, berdiskusi, atau terlibat dalam kegiatan komunitas. Interaksi sosial yang kuat diketahui dapat menurunkan risiko depresi dan demensia.
Hubungan yang hangat dengan keluarga dan teman juga membantu menekan hormon stres yang berdampak negatif pada tubuh dalam jangka panjang.
4. Mengelola Stres dengan Baik
Stres kronis mempercepat penuaan biologis. Para super-ager umumnya memiliki cara efektif untuk mengelola tekanan hidup, seperti meditasi, doa, aktivitas spiritual, atau sekadar meluangkan waktu untuk relaksasi.
Mereka juga cenderung memiliki pola pikir positif dan rasa tujuan hidup yang jelas, yang berkaitan dengan umur panjang.
5. Hal Mengejutkan yang Mereka Hindari
Selain kebiasaan sehat, ada satu kesamaan penting: mereka sangat membatasi atau bahkan menghindari rokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta begadang kronis.
Kualitas tidur yang baik menjadi fondasi penting regenerasi sel. Kurang tidur dalam jangka panjang dikaitkan dengan percepatan penuaan dan peningkatan risiko penyakit jantung serta gangguan metabolik.
6. Lebih dari Sekadar Penampilan
Terlihat lebih muda dari usia sebenarnya bukan hanya soal estetika. Dalam banyak kasus, penampilan yang lebih muda mencerminkan kesehatan biologis yang lebih baik, termasuk fungsi jantung, metabolisme, dan otak yang lebih optimal.
Meski faktor genetik tetap berperan, para ahli sepakat bahwa sebagian besar aspek penuaan berada dalam kendali gaya hidup sehari-hari.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

