NEWS
Puncak Arus Mudik, Jakarta Sudah Mulai Kosong
Lonjakan arus kendaraan keluar Jakarta mencapai 42 persen hingga Rabu malam.
apakabar.co.id, JAKARTA — Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai puncaknya pada Rabu (18/3) tadi malam, seiring lonjakan signifikan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, mengatakan prediksi tersebut didasarkan pada pemantauan langsung di ruas jalan tol. “Malam hari ini kami menyusuri jalan tol. Kemungkinan kalau dibandingkan kemarin, puncak arus mudik mungkin malam ini. Dari tadi pagi hingga malam ini cukup padat,” ujarnya di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Kamis dini hari.
Berdasarkan data sementara, hingga Rabu malam sekitar 42 persen kendaraan telah keluar dari Jakarta. Jika dibandingkan hari sebelumnya, terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang signifikan.
“Kalau dibandingkan kemarin itu 221 ribu kendaraan, Rabu malam ini proyeksinya 250 ribuan kendaraan. Masih kita tunggu angka final pukul 06.00 pagi,” katanya.
Kepadatan juga mulai merambat ke jalur arteri, seiring pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional dari KM 70 hingga KM 414. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, arus di jalur arteri disebut masih relatif lancar.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mulai padat merayap sejak KM 7 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 29 pada Kamis dini hari. Kendaraan yang melintas didominasi mobil pribadi yang bergerak perlahan menuju arah timur.
Agus mengimbau pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi. “Manakala capek, silakan istirahat di rest area atau keluar dari rest area. Yang paling penting adalah keselamatan,” ujarnya.
Ia juga memastikan kehadiran petugas di lapangan untuk mendampingi pemudik selama arus mudik berlangsung. “Polantas hadir untuk menemani rekan-rekan kita yang mudik,” katanya.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan puncak arus mudik Lebaran tahun ini terjadi pada 18 Maret, sementara arus balik diprediksi mencapai puncak pada 24 Maret.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR
