LINGKUNGAN HIDUP
UI Gandeng BRIN Kembangkan Pengolahan Sampah Berbasis Zero Waste
apakabar.co.id, JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) bersinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mitra industri, Viro, dalam mengembangkan model percontohan (pilot model) pengelolaan sampah berbasis zero waste di lingkungan pendidikan.
Guru Besar dari Departemen Teknik Metalurgi & Material Fakultas Teknik (FTUI) Prof. Mochamad Chalid mengatakan program Merdeka Sampah bertujuan mendorong transformasi pengelolaan sampah di berbagai institusi pendidikan melalui pendekatan yang sistematis, edukatif, dan berkelanjutan.
"Merdeka Sampah sendiri merupakan bagian dari pengabdian masyarakat FTUI yang berfokus pada pembangunan budaya peduli lingkungan melalui edukasi dan perubahan perilaku sejak dini," katanya di Depok, Selasa (14/7).
Melalui rangkaian pelatihan dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Roadmap Waste Management Institusi Pendidikan, jajaran sekolah dan kampus mitra didorong tidak hanya menjadi ruang pembelajaran formal, tetapi juga menjadi ruang praktik keberlanjutan yang berdampak nyata.
Lebih lanjut ia mengatakan terdapat tujuh aspek utama keberlanjutan yang dikedepankan oleh program ini, seperti leadership, awareness, facility, regulation, technology, organizing, dan financial.
Pendekatan yang diterapkan dalam program ini merupakan penegas bahwa dalam pengelolaan sampah di institusi pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas dan teknologi, tapi juga membutuhkan karakter kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang terstruktur, perubahan kebiasaan, serta ditopang komitmen bersama seluruh anggota institusi.
Chalid menyampaikan sekolah dan kampus merupakan tempat terbaik untuk menanamkan kebiasaan baru. Ketika budaya mengelola sampah dibangun sejak dini, dampaknya tidak hanya dirasakan di lingkungan pendidikan, tetapi juga meluas ke keluarga dan masyarakat.
Karena itu, perubahan perilaku harus menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam implementasinya, setiap institusi pendidikan didorong untuk mengidentifikasi kondisi aktual, tantangan, dan aksi prioritas pengelolaan sampah yang berfokus pada pengurangan timbulan, pemilahan dari sumber, pengolahan sampah organik, serta penguatan tata kelola data.
Roadmap yang disusun melalui program ini diharapkan mampu menjadi panduan awal dalam memperkuat sistem yang terintegrasi, mulai dari perubahan perilaku warga institusi dan penguatan fasilitas pendukung, hingga pengembangan kawasan edukatif berbasis lingkungan.
Sementara itu, Dekan FTUI Kemas Ridwan Kurniawan menyampaikan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi multipihak dan solusi berbasis ilmu pengetahuan.
“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan pengetahuan dan inovasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi yang menjawab tantangan masyarakat. Melalui program Merdeka Sampah, FTUI mendorong sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri untuk membangun model pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan di Indonesia,” tutur Prof. Kemas.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

