NEWS
Alasan Prabowo Tak Kunjung Tetapkan Sumatera Bencana Nasional
apakabar.co.id, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tetap serius menangani bencana di wilayah Sumatera meski hingga kini tidak ditetapkan sebagai bencana nasional.
Dalam rapat terbatas terkait progres pembangunan 600 hunian Prabowo menjelaskan keputusan tidak menetapkan status bencana nasional didasarkan atas pertimbangan kemampuan negara dalam menangani dampak bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional, ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain. Jadi, kalau kita tiga provinsi sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," ujarnya dipantau melalui siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis, (1/1).
Namun demikian, dia mengatakan bahwa pemerintah tidak pernah meremehkan dampak bencana tersebut. Ia menyebut keterlibatan langsung banyak anggota Kabinet Merah Putih menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam penanganan di lapangan.
Prabowo menyampaikan saat ini sedikitnya terdapat 10 menteri yang berada di Aceh untuk turut serta menangani dampak bencana. Dua menteri lainnya, tengah bertugas di Aceh Utara, dan sejumlah menteri juga hadir di provinsi lainnya.
"Tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Nyatanya, dari seluruh kabinet, hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang, ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain," jelasnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan pemerintah bekerja sepenuh tenaga untuk membantu penanganan pascabencana. Pemerintah juga memiliki anggaran yang cukup besar untuk mengatasi masalah ini.
"Kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini," imbuhnya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

