NEWS

Alat Berat Ditambah, Respati Benahi Jalur Sampah di Putri Cempo

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, saat meninjau langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Putri Cempo, Rabu (11/2). Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, saat meninjau langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Putri Cempo, Rabu (11/2). Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
apakabar.co.id, SOLO - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, turun langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Rabu (11/2), untuk menindaklanjuti persoalan penumpukan sampah yang memicu antrean panjang truk hingga ke depan rumah warga.

Didampingi Dandim, Wakapolresta, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Respati meninjau langsung jalur masuk kendaraan pengangkut sampah yang dalam beberapa hari terakhir tersendat akibat keterbatasan alat berat.

Antrean truk yang mengular menjadi perhatian serius. Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi tersebut berpotensi memperparah penumpukan sampah harian yang volumenya mencapai ratusan ton.

Untuk mengurai kepadatan, Respati memastikan penambahan alat berat agar sampah yang masuk bisa segera ditangani secara maksimal.

“Terkait jalur masuk mobil-mobil pengangkut sampah, kita siapkan tiga eskavator dan beberapa dozer,” ungkapnya.


Alat berat tersebut dijelaskan Respati akan digunakan untuk memperlancar jalur penerimaan sampah di TPA Putri Cempo. 

Selain itu, Respati menegaskan akan melakukan penataan di Blok D agar sampah yang masuk dapat segera tertangani.

“Yang harus kita selesaikan adalah pembukaan jalur kembali. Dan kita akan lakukan pendalaman untuk cut and fill penataan Blok D dan beberapa blok di Putri Cempo,” sambungnya.

Lebih lanjut, Respati mengajak masyarakat Surakarta untuk mengelola sampah dengan lebih baik, terutama melalui pemilahan dari rumah. 

Ia menyoroti mesin pengelolaan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dari PLTSa yang kerap mengalami gangguan akibat sampah rumah tangga yang masih tercampur, sehingga proses penanganan sampah ikut terdampak.

“Permasalahan utama juga, tadi kita lihat mesin pemilah sampah sering rusak karena sampah masih tercampur. Karena itu, kami mengajak seluruh warga Kota Solo untuk memilah sampah. Nanti akan kita sosialisasikan segera di RT/RW untuk pemilahan sampah mulai dari rumah-rumah, karena ini permasalahan bersama,” jelasnya.

“Jadi mari bersama-sama, dari awal dari rumah sudah ada pemilahan sampah yang bisa dipilah dengan baik, sehingga waktu pilah di sini tidak merusak mesin dan bisa terselesaikan dengan baik,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, menjelaskan bahwa penanganan sampah sempat terkendala karena minimnya alat berat. 

Ia menyebut keputusan Wali Kota untuk mendatangkan tambahan alat berat akan sangat membantu pelayanan pengelolaan sampah harian di Putri Cempo.


“Kita berusaha mendatangkan alat berat untuk meng-cover pelayanan pengangkutan sampah. Alhamdulillah dari Pak Wali sudah ada putusan untuk segera mendatangkan alat berat. Hari ini sudah datang semua yang bisa memenuhi kebutuhan dasar pengelolaan sampah harian di Putri Cempo,” terangnya.

“Karena kemarin yang berfungsi hanya satu eskavator. Kita dipinjami SCMPP dan hari ini didatangkan tiga, itu sudah bisa menangani sampah yang datang harian. Nanti kita tambahkan lagi beberapa alat berat dozer dan loader untuk menata. Jadi beberapa alat menangani sampah dan beberapa alat lainnya menata sampah,” lanjutnya.

Selain penambahan alat, DLH juga akan menjadwalkan keluar-masuk truk sampah agar penampungan limbah tidak melampaui kapasitas harian yang mencapai ratusan ton. Herwin kembali menekankan pentingnya pemilahan sampah dari hulu agar mesin pengolahan dapat bekerja optimal dan timbulan sampah bisa ditekan.

“Kita berharap dari hulunya, dari masyarakat kita semua sebagai produsen sampah, bisa dari rumah mengelola dan memilah sampah. Kalau proses pemilahan bisa dilakukan dari hulu, itu akan sangat membantu mengurangi timbulan sampah dan bermanfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.