EKBIS

Damai AS-Iran Bikin Pasar Bergairah, IHSG Melonjak 4 Persen dalam Sehari

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Senin (15/6) akibat kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meredakan kekhawatiran investor terhadap gejolak ekonomi global.
Dokumentasi - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Foto: ANTARA
Dokumentasi - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Senin (15/6). Sentimen positif dari kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi pendorong utama lonjakan pasar saham Indonesia, sekaligus meredakan kekhawatiran investor terhadap gejolak ekonomi global.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 247,31 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,97. Kenaikan ini menjadi salah satu penguatan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga melonjak 27,23 persen atau naik 4,56 poin ke posisi 624,68.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menjelaskan tentang respons pasar yang positif pascatercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni 2026.

Menurut Ratna, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan optimisme baru bagi pelaku pasar global. Investor melihat peluang berkurangnya risiko gangguan pasokan energi dunia yang selama ini menjadi salah satu sumber ketidakpastian ekonomi.

“Kesepakatan damai Amerika Serikat dengan Iran dan koreksi harga minyak mendorong penguatan signifikan IHSG,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Senin (15/6).

Kabar perdamaian tersebut juga berdampak langsung pada pasar energi. Harga minyak mentah dunia terkoreksi lebih dari 4 persen setelah muncul harapan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz akan kembali normal.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) turun ke kisaran 80 dolar AS per barel, sementara minyak Brent berada di sekitar 83 dolar AS per barel.

Bagi Indonesia, penurunan harga minyak menjadi sentimen positif karena dapat mengurangi tekanan inflasi sekaligus menjaga stabilitas fiskal pemerintah. Selama ini, kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Pelemahan harga minyak mentah dunia menjadi faktor positif karena meredakan tekanan inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN,” kata Ratna.

Optimisme investor terlihat sejak awal perdagangan. IHSG dibuka menguat dan terus bertahan di zona hijau sepanjang sesi pertama. Momentum positif itu berlanjut hingga sesi kedua, tanpa mengalami tekanan berarti sampai pasar ditutup.

Hampir seluruh sektor saham mengalami kenaikan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor berhasil menguat pada perdagangan hari itu.

Sektor bahan baku menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 7,28 persen. Di posisi berikutnya terdapat sektor industri yang naik 4,63 persen dan sektor keuangan yang menguat 3,70 persen.

Kenaikan sektor bahan baku mencerminkan optimisme investor terhadap prospek industri yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi global. Sementara sektor keuangan mendapat dorongan dari meningkatnya minat beli investor terhadap saham-saham perbankan dan jasa keuangan.

Di jajaran saham individu, sejumlah emiten mencatat lonjakan harga yang signifikan. Saham TRON, BAJA, GPSO, BUKK, dan ATAP menjadi kelompok saham dengan kenaikan terbesar pada perdagangan hari itu.

Sebaliknya, beberapa saham masih mengalami tekanan. Saham ABDA, BCIC, ASPR, TMPO, dan DFAM tercatat sebagai saham dengan pelemahan harga terbesar.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan antusiasme investor yang tinggi. Frekuensi transaksi mencapai 3,25 juta kali dengan total volume perdagangan sebanyak 54,61 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian mencapai Rp30,14 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 603 saham ditutup menguat, 125 saham melemah, dan 90 saham bergerak stagnan.

Sentimen positif tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah bursa saham utama Asia juga bergerak menguat seiring membaiknya prospek stabilitas geopolitik global.

Indeks Nikkei mencatat kenaikan 5,33 persen ke level 69.537,00. Indeks Shanghai menguat 1,61 persen ke posisi 4.096,47. Namun demikian, tidak semua bursa berada di zona hijau. Indeks Hang Seng terkoreksi 0,50 persen ke level 24.842,67 dan indeks Strait Times Singapura turun 1,02 persen ke posisi 5.077,29.

Ke depan, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang bergerak positif meski tetap dibayangi dinamika global. Untuk perdagangan Rabu (17/6), IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang 6.150 hingga 6.400.

Jika kesepakatan damai AS-Iran benar-benar terealisasi sesuai rencana, pasar keuangan global diperkirakan akan memperoleh katalis positif baru yang dapat menjaga optimisme investor dalam beberapa waktu ke depan. Bagi pasar saham Indonesia, kondisi tersebut menjadi angin segar setelah sebelumnya menghadapi tekanan akibat ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.