EKBIS

Danantara Kebut Merger Tiga Anak Usaha Pertamina

Kantor Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Foto via CNBC
Kantor Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Foto via CNBC
apakabar.co.id, JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah mengebut langkah penggabungan atau merger tiga anak usaha Pertamina hilir (Subholding downstream).

Langkah tersebut dilakukan merespons pernyataan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri akhir Januari lalu yang mengatakan merger ketiga subholding yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping (PIS) bakal rampung pada 1 Februari 2026.

“Ya, Insya-Allah itu merger penggabungan untuk melakukan meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Itu sudah berlaku dan nanti, ya segera difinalkan,” kata CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani saat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).
Meskipun begitu, Rosan mengaku belum memberikan kepastian tanggal merger ketiga anak usaha pertamina tersebut.

“Ini sedang difinalisasi dalam waktu dekat. Saya rasa segera (go live),” kata Rosan singkat.

Sementara itu, Pertamina bersiap untuk membuat subholding downstream dengan menggabungkan tiga anak usaha perseroan di bidang hilir.

Pertamina sebelumnya memiliki enam subholding yang terdiri atas Subholding Upstream (hulu), Refining & Petrochemical (kilang dan petrokimia), Commercial and Trading (pemasaran, distribusi, perdagangan), Gas, Integrated Marine Logistics (pengapalan, logistik, dan layanan maritim), serta Power & New Renewable Energy (PNRE/energi terbarukan).
Dengan penyatuan tiga subholding, maka nanti Pertamina akan memiliki empat anak perusahaan, yakni Subholding Upstream (hulu), Subholding Downstream (hilir), Gas, dan PNRE.

Lebih lanjut, Pertamina mulanya menargetkan penggabungan tiga anak usaha itu bakal rampung pada 1 Januari 2026. Namun, rencana aksi korporasi itu masih belum dapat diselesaikan.

Selain itu, di tengah langkah merger tersebut, Pertamina juga memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping (PIS).