NEWS

Dilanda Kemarau, Waduk Gesek di Riau Menyusut 1,6 Meter

Sejumlah pekerja melakukan normalisasi tali air (DAS) di waduk Gesek, Kabupaten Bintan, Kepri, yang mengalami penyusutan air 1,6 meter akibat musim kemarau, Jumat (13/2/2026). Foto: Antara
Sejumlah pekerja melakukan normalisasi tali air (DAS) di waduk Gesek, Kabupaten Bintan, Kepri, yang mengalami penyusutan air 1,6 meter akibat musim kemarau, Jumat (13/2/2026). Foto: Antara
apakabar.co.id, JAKARTA - Waduk Gesek di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau terus mengalami penyusutan sedalam 1,6 meter akibat musim kemarau panjang.

Waduk Gesek merupakan salah satu sumber air bersih warga. Sebelumnya waduk sempat tertutup air, namun selama 38 hari terakhir tidak ada air hujan membuat gundukan tanah di dasar waduk semakin terlihat.

"Ketinggian air menyusut signifikan dari 2 meter menjadi 40 centimeter," kata Pjs Kasubag Produksi PDAM Tirta Kepri Abdur Razak di Tanjungpinang seperti dilansir Antara, Sabtu (14/2).
Meski demikian, perusahaan daerah/BUMD milik Pemerintah Provinsi Kepri itu tetap mengoperasikan waduk Gesek 1×24 jam guna mengaliri air bersih kepada pelanggan, hanya saja debitnya dikurangi imbas pasokan air terbatas.

Ia mengaku telah melakukan beberapa upaya agar distribusi air ke masyarakat tetap berjalan, di antaranya normalisasi atau penebasan di beberapa tali air (DAS) guna memperlancar aliran air ke waduk Gesek.

"Teman-teman dari Badan Wilayah Sungai (BWS) turut membantu perbaikan struktur bangunan pendukung waduk Gesek," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, PDAM juga mengambil skema berbagi distribusi air dengan waduk Sei Pulai, mengingat kondisi air waduk tersebut masih aman dengan ketinggian 2,52 meter dari sebelumnya 4 meter.
Ia memaparkan waduk Gesek yang sebelumnya melayani distribusi air hingga ke wilayah Tanjungpinang, kini dibatasi sampai di kilometer 10. Selanjutnya, dari batu 10 ke bawah, akan dilayani waduk Sei Pulai.

Razak menambahkan PDAM Tirta Kepri bekerja sama dengan Pemkot Tanjungpinang melalui BPBD, menyiapkan air dari waduk Sei Pulai untuk membantu warga terdampak kekeringan.

"Kami siapkan air, lalu diangkut BPBD menggunakan mobil tangki untuk disalurkan ke warga yang membutuhkan," kata Razak.