SPORT

Hidayat Humaid Pimpin KONI DKI, Juara Umum PON 2028 Harga Mati

Ketum KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid (depan kedua dari kanan) kembali pimpin KONI DKI Jakarta usai Musorprov Ke-XIII KONI DKI Jakarta yang digelar di Candi Bentar, Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2). Foto: istimewa
Ketum KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid (depan kedua dari kanan) kembali pimpin KONI DKI Jakarta usai Musorprov Ke-XIII KONI DKI Jakarta yang digelar di Candi Bentar, Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2). Foto: istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA — Hidayat Humaid resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta periode 2026–2030 dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Ke-XIII KONI DKI Jakarta yang digelar di Candi Bentar, Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2).

Hidayat menegaskan kesiapannya mengemban amanah untuk membawa Jakarta kembali ke puncak prestasi olahraga nasional. “Target juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 adalah harga mati dan tidak bisa ditawar,” tegas Hidayat.

Dengan mengusung visi “Jakarta Menuju Prestasi Global”, Hidayat memaparkan sejumlah misi strategis yang akan dijalankan selama masa kepemimpinannya. 

Misi tersebut meliputi penguatan sistem pembinaan atlet secara berjenjang menuju juara umum PON 2028, peningkatan pelayanan dan perlindungan bagi atlet serta pelatih, dukungan terhadap pembentukan tim nasional, penerapan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, hingga penguatan kerja sama antarlembaga olahraga.


Dalam program kerjanya, KONI DKI Jakarta telah menyusun timeline pemusatan latihan daerah (Pelatda) secara bertahap hingga 2028. 

Pada 2026, Pelatda akan diikuti seluruh cabang olahraga PON dengan melibatkan sekitar 1.700 atlet, ditambah Pelatda lapis kedua yang diikuti sekitar 270 atlet potensial.

Program pembinaan tersebut juga mencakup keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan nasional dan internasional, penggunaan pelatih asing, serta training camp bagi atlet yang diproyeksikan menjadi peraih medali emas.

Memasuki 2027, fokus pembinaan diarahkan pada babak kualifikasi PON 2028 dengan target meloloskan sebanyak mungkin atlet dan cabang olahraga. 

Sementara pada 2028, pembinaan akan difokuskan pada Pelatda final menuju PON, termasuk uji coba melalui kejuaraan nasional dan internasional serta training camp intensif.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara KONI, Pemprov DKI, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, serta pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, kami optimistis Jakarta mampu kembali menjadi juara umum pada PON 2028,” pungkas Hidayat.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pesan tegas kepada jajaran KONI DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar fokus pada satu target utama.

“Pesan saya hanya satu. Saya ingin Jakarta menjadi juara umum pada PON 2028. Ini pesan saya kepada KONI DKI dan Kadispora,” ujar Pramono.

Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh mendukung pencapaian target tersebut melalui kebijakan yang berpihak pada olahraga prestasi serta kesiapan anggaran yang memadai dan berkelanjutan.

“Target kita jelas, Jakarta harus juara umum. Jangan tanya lagi, harus juara umum,” tegasnya.

Menurut Pramono, Jakarta memiliki seluruh modal yang dibutuhkan untuk merealisasikan target tersebut. Mulai dari fasilitas olahraga yang lengkap dan modern, dukungan teknologi olahraga terkini, hingga sistem pembinaan atlet yang telah berjalan secara terstruktur dan berjenjang.


Ia juga menegaskan kesiapan Jakarta untuk mendukung berbagai agenda olahraga nasional, termasuk rencana penyelenggaraan PON Pantai di kawasan Ancol. 

Selain itu, Jakarta siap menjadi pendukung penyelenggaraan PON 2028 apabila dibutuhkan, khususnya untuk cabang olahraga yang memerlukan fasilitas khusus.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, memastikan dukungan anggaran pembinaan atlet dilakukan sejak dini, secara transparan, dan berkelanjutan bersama DPRD DKI Jakarta, khususnya melalui Komisi E yang membidangi olahraga.