SPORT
John Herdman Resmi Tangani Timnas Indonesia, Bawa Filosofi Pressing Tinggi
apakabar.co.id, JAKARTA - PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih timnas Indonesia sekaligus timnas U-23 Indonesia. Penunjukan ini menandai dimulainya era baru bagi sepak bola nasional setelah pelatih tim Garuda kosong pascapemecatan Patrick Kluivert pada Oktober 2025.
Pelatih asal Inggris tersebut dikenal sebagai sosok berpengalaman dengan rekam jejak panjang di level internasional. Herdman membawa filosofi permainan modern dengan formasi andalan 3-4-2-1 yang menekankan intensitas tinggi, pressing agresif, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Karier kepelatihan Herdman dimulai dari level usia muda ketika ia menangani tim junior Selandia Baru pada periode 2003 hingga 2005. Dari sana, namanya mulai diperhitungkan di kancah sepak bola dunia setelah dipercaya menangani tim nasional putri Kanada.
Bersama timnas putri Kanada, Herdman mencatatkan prestasi luar biasa. Ia sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011, serta menorehkan sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.
Capaian tersebut menjadikannya salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola wanita Kanada.
Kesuksesan itu membuka jalan bagi Herdman untuk menangani level yang lebih tinggi. Pada Januari 2017, ia ditunjuk sebagai pelatih timnas U-23 Kanada, sebelum kemudian dipercaya merangkap jabatan sebagai pelatih tim nasional senior Kanada. Keputusan federasi Kanada tersebut terbukti tepat.
Di bawah asuhan Herdman, Kanada bangkit menjadi kekuatan baru di kawasan CONCACAF. Ia berhasil mengantarkan Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, mengakhiri penantian selama 36 tahun tampil di ajang sepak bola terbesar dunia.
Selama 2.090 hari melatih timnas Kanada, Herdman memimpin 58 pertandingan dengan catatan impresif: 36 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 15 kekalahan, dengan rata-rata 1,98 poin per pertandingan.
Setelah meninggalkan timnas Kanada, pelatih berusia 50 tahun itu mencoba tantangan baru di level klub dengan melatih Toronto FC di Major League Soccer (MLS). Namun, periode tersebut tidak berjalan semulus karier internasionalnya.
Dalam 46 pertandingan bersama Toronto, Herdman mencatatkan 17 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 25 kekalahan, dengan rata-rata 1,2 poin per pertandingan sebelum berpisah pada November 2024.
Meski demikian, PSSI menilai pengalaman panjang Herdman dalam membangun tim nasional, mengelola pemain muda, serta membentuk mental juara menjadi modal penting untuk membawa timnas Indonesia ke level berikutnya.
Apalagi, Herdman dikenal piawai dalam membangun kultur tim, disiplin taktik, dan semangat kolektif di dalam skuad.
Kehadiran Herdman diharapkan menjadi angin segar bagi tim Merah Putih, yang dalam beberapa tahun terakhir masih mencari stabilitas di kursi kepelatihan.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

