EKBIS
Kemenperin Perkuat Pembinaan IKM Sektor Kreatif
apakabar.co.id, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pembinaan industri kecil menengah (IKM) sektor kreatif agar mampu menangkap peluang pasar yang semakin berkembang, seiring meningkatnya jumlah konsumen dari kalangan generasi muda yang dinamis dalam menentukan pilihan produk.
Upaya tersebut dilakukan melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) dengan memperkuat kapasitas pelaku usaha sektor fesyen dan kriya agar lebih memahami kebutuhan pasar, serta mampu menyusun strategi bisnis yang tepat.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pelaku industri kreatif perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai perilaku konsumen untuk menghasilkan produk yang relevan dan berdaya saing tinggi.
“Pelaku industri kreatif perlu memiliki pondasi pengetahuan dan riset pasar yang kuat untuk dapat memenangkan persaingan bisnis pada masa mendatang. Oleh sebab itu, Kemenperin melalui BPIFK secara rutin menyelenggarakan workshop Creative Talk sebagai upaya penguatan ekosistem industri kreatif dan peningkatan daya saing pelaku usaha,” katanya dalam pernyataannya di Jakarta, dikutip Sabtu (20/6).
Menurut dia, kreativitas dan inovasi harus berjalan seiring dengan kemampuan membaca kebutuhan pasar yang terus berubah. Dengan demikian, pelaku usaha dapat menghadirkan produk yang tidak hanya menarik dari sisi desain, tetapi juga sesuai dengan preferensi konsumen.
“Sudah saatnya produk kreatif Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita memiliki banyak perancang dan pelaku industri yang kreatif, inovatif, serta harus adaptif dalam memahami produk yang relevan untuk target pasar yang disasar,” tuturnya.
Sebagai bagian dari program pembinaan industri kreatif, BPIFK menggelar workshop Creative Talk bertema Consumer Behavior: Memahami Konsumen untuk Mengembangkan Bisnis Kreatif pada 11 Juni 2026 di Badung, Bali.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Universitas Mahasaraswati Denpasar dan diikuti pelaku industri kreatif, khususnya sektor fesyen dan kriya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan pemahaman terhadap perilaku konsumen menjadi fondasi penting dalam pengembangan produk maupun penyusunan strategi bisnis.
“Keberhasilan suatu produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas dan kreativitas perancangnya, tetapi juga oleh kemampuan menjawab kebutuhan serta preferensi konsumen. Oleh karena itu, pelaku IKM perlu memahami perubahan perilaku pasar agar dapat menghasilkan produk yang tepat sasaran,” ujar Reni.
Ia menambahkan, melalui program Creative Talk, Kemenperin ingin membantu pelaku IKM lebih dekat dengan pasar sehingga mampu menghasilkan produk yang relevan, bernilai tambah, dan memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun global.
Kemenperin menilai masih banyak pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan dalam aspek pengembangan bisnis, pemasaran, hingga perluasan jaringan usaha.
Berbagai studi bisnis global menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan pasar dan strategi pengembangan bisnis yang tepat menjadi salah satu faktor utama kegagalan usaha.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek riset perilaku konsumen, mulai dari identifikasi kebutuhan dan kebiasaan konsumen, faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, penyusunan nilai tambah produk, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan target pasar.
Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menegaskan pihaknya akan terus menghadirkan program pembinaan yang berfokus pada penguatan kapasitas bisnis, strategi pemasaran, dan peningkatan kualitas produksi bagi pelaku industri kreatif.
“Memahami perilaku konsumen merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun strategi bisnis yang tepat. BPIFK berkomitmen menjadi mitra bagi pelaku industri kreatif untuk meningkatkan kapasitasnya, mulai dari pengembangan produk hingga penyusunan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

